Site icon Berita Kota Makassar

BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim

MAKASSAR, BKM — Saat ini, seluruh wilayah Sulsel mengalami musim kemarau. Beberapa daerah malah masuk dalam status awas.
Untuk memberi gambaran kepada masyarakat, khususnya berbagai komponen yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan informasi terkait iklim, Stasiun Klimatologi Maros secara rutin memberi peringatan dini. Khususnya terkait iklim ekstrim yang terjadi saat ini.
Selain itu, beberapa agenda juga dilakukan. Salah satunya, dengan menggelar kegiatan Sekolah Lapang Iklim bagi penyuluh pertanian, KTNA, dan sejumlah stakeholder terkait.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hal ini Stasiun Klimatologi kelas I Maros gelar Sekolah Lapangan Iklim (SLI) tahap II di Hotel Novotel, Kamis (10/10/2019).
Deputi Klimatologi BMKG, Herizal, mengatakan, kegiatan SLI untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat petani.
Ia berharap ketika selesai mengikuti kegiatan tersebut bisa menginformasikan kepada para petani sekaitan dengan perubahan iklim saat terkadang tidak menentu.
Sehingga dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktivitas petani dapat dihindari.
“Peningkatan produktivitas pertanian tentu tidak lepas dari masalah iklim. Jika masalah bibit dan lahan dapat dilakukan melalui rekayasa, maka masalah iklim yang menjadi faktor pembatas hanya bisa diketahui dan dianalisa lewat ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Herizal.
Herizal menyebut ada tiga komponen saling berkaitan dalam mendukung ketahanan pangan, yakni bibit, lahan dan iklim. Persoalan bibit dan lahan sudah bisa direkayasan, sementara iklim masih belum bisa.
“Iklim memang jadi faktor pembatas, yang hanya bisa kita kenali dan analisa lewat ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambah Herizal.
Akan tetapi, tambahan pengetahuan kepada para petani soal iklim diyakini mampu meningkatan produktivitas pertanian.
“Itulah sebabnya, sekolah lapang seperti ini akan terus kita tingkatkan,” ungkapnya.
Kepala UPT Balai Proteksi Tanan Pangan dan Hortikultura DinasTanaman Pangan dan Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Sulsel, Uvan Nurwahida menjelaskan sLI ini menjadi wadah berkumpul insan perlindungan di tingkat lapangan dan penyedia informasi terkait iklim. Tujuannya, untuk memperkecil dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi sehingga kerugian petani bisa diminimalisir. (rhm)

Exit mobile version