MAKASSAR, BKM–Terkait rusaknya pot bunga Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar akibat aksi demonstrasi lalu, Pemerintah Kota Makassar ogah lagi memasang pot bunga di area tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Bahar Cambolong, mengatakan, kepastian tersebut lantaran seringnya pot bunga mengalami kerusakan jika demonstrasi terjadi.
“Kemungkinan kita tidak akan melakukan lagi pemasangan pot bunga di beberapa jalan seperti jalan Urip, Jalan Pettarani dan jalan jalan yang sering ditempati aksi demo,” kata Barcam sapaannya.
Menurut Barcam, di jalan jalan yang kerap dilalui oleh pendemo rawan dilakukan pengrusakan oleh massa aksi, seperti halnya demo yang dilakukan beberapa waktu lalu.
“Seperti yang dilakukan adek adek mahasiswa waktu demo beberapa waktu lalu ada sekitar 300 pot yang rusak dengan kerugian hingga Rp100 juta. Karena yang rusak termasuk bunga dan kembangnya,” jelasnya.
Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Makassar akan memasang pot tanaman permanen yang tidak mudah rusak dan tahan lama.
Olehnya, untuk tahun 2020 pihak DLH berencana akan menganggarkan pembuatan taman/pot permanen. Sementara di 2019 hanya dianggarkan sekitar Rp40 juta.
“Jadi kita akan anggarkan dan benahi secara bertahap, karena bukan hanya dilokasi itu saja tetapi di beberapa lokasi jalan yang ada di Makassar,” pungkasnya.
Ia menambahkan, bahwa lokasi pemasangan pot permanen tersebut akan diprioritaskan di Jalan Jendral Sudirman (depan rujab Gubernur), Jalan Ahmad yani, Jalan Urip dan Jalan Nusantara dan beberapa jalan lainnya.(nug)
DLH Ogah Pasang Pot di Urip Sumoharjo
