Site icon Berita Kota Makassar

Sudah 1.600 Pengungsi Wamena Tiba di Makassar

MAKASSAR, BKM — Pengungsi dari Wamena, Papua terus berdatangan ke Makassar. Baik yang menggunakan kapal laut maupun lewat udara dengan pesawat Hercules.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Imran Jausy, hingga saat ini total pengungsi yang tiba di Makassar sebanyak 1.600 orang. Baik yang merupakan warga asal Sulsel, maupun yang sebatas transit lalu kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke daerahnya masing-masing.
Imran menjelaskan, pada Senin (14/10) malam, sebanyak 800 warga Sulsel yang merupakan pengungsi Wamena berlabuh di Pelabuhan Soekarno-Hatta. “Itu jumlah terbesar pengungsi yang tiba di Makassar,” ungkapnya kepada BKM, Selasa (15/10).
Dalam menangani para pengungsi tersebut, kata Imran, pihaknya menjalankan prosedur tetap (protap) yang telah diatur. Selain itu, khusus untuk penanganan kedatangan 800 pengungsi yang cukup besar, seminggu sebelumnya, pihak Dinas Sosial Provinsi Sulsel sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota terkait kepulangan ke daerah masing-masing.
“Kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota supaya lebih efektif dalam melakukan penjemputan. Dan Alhamdulillah tadi malam (Senin malam), beberapa pemerintah daerah datang menjemput dengan menyiapkan bus, seperti Tana Toraja. Malah, pengungsi asal Luwu Timur dijemput langsung oleh bupatinya. Para pengungsi disiapkan bus dan makanan,” ungkap Imran.
Lebih jauh dia menjelaskan, dari 800 pengungsi yang tiba di Makassar tersebut, sekitar 780 orang langsung dijemput pemerintah daerah masing-masing atau keluarganya. Sisanya, sekitar 20 orang dibawa ke posko pengungsi yang didirikan Dinas Sosial Sulsel di area belakang kantornya.
Namun, Selasa (15/10), para pengungsi tersebut sudah dijemput oleh keluarga masing-masing. Ada juga yang disiapkan kendaraan untuk pulang ke kampungnya.
“Kemarin (Selasa) pagi, posko kembali kosong karena pengungsi yang tersisa sudah pulang ke daerahnya masing-masing,” tambah Imran.
Pengungsi Wamena, lanjut dia, hingga beberapa hari ke depan akan terus berdatangan. Pada Selasa malam, sekitar pukul 24.00 Wita, sebanyak 209 pengungsi Wamena asal Sulsel yang menggunakan kapal laut Dobonsolo akan merapat ke Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Bersama pengungsi Sulsel itu, juga akan transit pengungsi Wamena asal NTT sekitar 200 orang. Mereka rencananya akan berada di Makassar sekitar dua hari sambil menunggu kapal laut yang akan memberangkatkan ke NTT.
Sebelum kedatangan para pengungsi NTT itu di Makassar, kata Imran, Pemerintah Provinsi NTT sudah berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel agar difasilitasi dalam menangani para pengungsi itu.
“Pemprov NTT sudah bersurat ke kami, meminta agar difasilitasi dalam menangani pengungsi asal daerah tersebut. Mungkin sekitar dua hari mereka transit di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke NTT,” kata Imran.
Selama berada di posko pengungsi, mereka akan diberi fasilitas untuk tidur, jaminan makanan, dan dipenuhi kebutuhannya. Anak balita akan diberi susu.
Dia menjelaskan, selama ini Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel memberikan bantuan cukup banyak untuk menangani pengungsi. ”Mulai dari susu untuk anak-anak dan balita, perlengkapan mandi, selimut, dan lainnya,” kata Imran.
Dia menambahkan, untuk sementara ini, Dinas Sosial memang membangun posko untuk pengungsi. Karena Asrama Haji yang sebelumnya dijadikan tempat transit, digunakan untuk sebuah event berskala nasional.
“Asrama Haji dipergunakan dari tanggal 7 hingga 18 Oktober mendatang. Makanya kami buat posko pengungsi sementara di area kantor Dinas Sosial Provinsi Sulsel,” tandasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version