BANTAENG, BKM — Sebanyak 12 desa di enam kecamatan, melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak menggunakan e-Voting, Rabu (16/10).
Sayangnya, hasil akhir pemungutan suara tidak serentak diumumkan. Pasalnya, beberapa unit perangkat e-Voting mengalami gangguan teknis. Ada dua desa yang paling telat merampungkan hasil, yaitu Lonrong (Kecamatan Ere Merasa) dan Biangkeke (Kecamatan Pa’jukukang).
Staf Kecamatan Pa’jukukang Taufik, Kamis (17/10) mengatakan di Pilkades Biangkeke sempat terjadi insiden karena kerusakan peralatan e-voting. Sehingga panitia terpaksa melakukan penghitungan secara manual tadi malam.
Hal serupa terjadi di Lonrong, yang memicu upaya pemukulan terhadap salah satu calon. “Karena peralatan macet, memicu emosi salah seorang warga dan mencoba menyerang salah satu calon”, ujar Hasan.
Dari 12 calon terpilih, 7 diantaranya adalah incumbent. Yakni, Arifuddin (Bonto Karaeng), Irwan (Bonto Mate’ne), Andi Sapriadi (Layoa), Firdaus (Biangkeke), Sirajuddin (Labbo), H Basri (Baruga).
Sisanya, lima kandidat adalah pendatang baru, masing-masing, Mahmuddin (Bonto Tangnga, Uluere), Basir (Bajiminasa, Gantarangkeke), Muhammad Amin Rais (Biangloe, Pa’jukukang), Fahruddin (Bonto Lonrong, Ere Merasa), Sri Rahma (Borong Loe, Pa’jukukang). (wam/C)
12 Calon Terpilih Pilkades Serentak
