Site icon Berita Kota Makassar

Albertus Ingin Transparan Membangun Toraja

MAKALE, BKM–Pemilihan bupati (Pilbup) yang akan digelar serentak pada 23 September 2020 tahun depan membuat Albertus Patarru berniat balik pulang membangun kampung halaman guna memberi harapan melalui pesta demokrasi lima tahunan dimana masyarakat yang menentukan pilihan siapa bupati lima tahun berikutnya.
Tidak heran jika sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati rebutan untuk mendaftar di partai politik yang memiliki kursi di parlemen.
Albertus Patarru, pria kelahiran Toraja 58 tahun lalu telah menghabiskan waktunya berkarier di sala satu BUMN ternama di Jakarta. Hal tersebut yang membuat dirinya ingin melakukan perubahan di kampung halamannya yakni Tana Toraja.
Ia menilai cukup banyak fenomena sehingga menjadi perhatian dirinya di Bumi Lepongan Bulan Tana Matarik Allo agar menjadi perhatian untuk dibenahi.
Tidak heran bila diberbagai kesempatan Albertus Patarru sudah mengungkapkan niat dan hasratnya membagi (sharing) pengalaman tentang konsep dan strategi memperbaiki kampung (Tondok).
Kepada sejumlah media, ayah tiga anak dari istri Viverni Iswaryani mengatakan bahwa seandainya masyarakat Tana Toraja memberikan mandat kepada dirinya untuk memajukan pariwisata dan kopi tentu dirinya siap.
“Semua itu akan terwujud bila mana infra struktur pendukung tersedia. Makanya hubungan politik antar lembaga eksekutif dan legislatif hendaknya sevisi, sebab fungsi kontrol, pengawasan, dan budgeting melekat didewan, diberi ruang melakukan koreksi,”ujar Albertus.
Meski demikian, Albertus mengemukakan bahwa manipestasikan harapan tersebut tidakla mudah, sebab harus didukung dengan SDM ASN mumpuni, dan punya keterampilan serta keahlian.
“Olehnya itu ukuran masyarakat sejahtera jika perubahan aspek pembangunan merata antar wilayah sudah dinikmati dan dirasakan masyarakat. Wujudkan harapan tersebut, tidak mungkin akan tercapai jika hanya mengandalkan APBD, melainkan seberapa besar investor tanamkan modal dan sahamnya,”ucapnya.
Demikian pula pengelolaan keuangan hendaknya transparan, akuntabel, sehingga perencanaa yang matang, apalagi dikelola dengan baik, tentu hasilnya maksimal, terang Alber. (gus/rif/d)

Exit mobile version