MAKASSAR, BKM — Tiga komplotan pelaku pencurian disertai kekerasan berhasil diringkus tim Opsnal Polsek Tamalanrea. Satu dari mereka, yakni Firmansyah alias Dajjal (20) dilumpuhkan dengan timah panas. Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Amrullah Setiawan didampingi Panit II Aiptu Abd Rahman.
Dajjal ditembak karena mencoba melarikan diri setelah lepas dari kawalan polisi saat proses pengembangan kasusnya, Minggu (20/10). Hal itu dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Amrullah Setiawan.
Kata dia, Dajjal merupakan dalang begal yang beraksi di wilayah hukum Polsek Tamalanrea. Pengungkapan aksus ini bermula saat pihaknya bersama unit Reskrim Polsek Tamalanrea menindaklanjuti laporan dua orang korban kejahatan kekerasan di jalan. Masing-masing Idul Saputra (20), warga Jalan Kapasa dan Muhammad Yusuf (20), beralamat di Jalan Bangkala.
“Korban bernama Idul Putra dalam keterangannya mengungkapkan bahwa saat kejadian dia mengendarai motor mendatangi rumah Muh Yusuf yang juga korban. Ia hendak membeli kopi di sebuah minimarket di Jalan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea. Tidak lama kemudian datanglah kawanan pelaku dan langsung membentangkan busur dan panahnya. Anak panah yang terbuat dari besi mengenai perut korban Muh Yusuf di sebelah kirinya,” jelas Kanit Reskrim menirukan laporan korban.
Korban Yusuf yang pada bagian perutnya masih tertancap anak panah, berusaha mengejar pelaku. Tapi, lagi-lagi teman pelaku beraksi dan memanahnya.
Tak ingin jadi sasaran untuk kedua kalinya, korban langsung bersembunyi. Tapi sayang, Muh Yusuf terjatuh saat berlari karena dibentangkan ketapel pelontar anak panah. Pelaku kembali melepaskan anak panah. Kali ini mengenai paha sebelah kanan korban.
Tidak sampai di situ, dalam keadaan tak berdaya pelaku mendekati korban. Leher, paha, serta punggungnya disayat pisau. Atas kejadian tersebut, kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Hingga akhirnya Muh Yusuf meninggal dunia.
Laporan korban ditindaklanjuti tim Opsnal Polsek Tamalanrea dengan turun menyelidiki kawanan pelaku. Hasilnya, identitas dan ciri-ciri serta alamat mereka berhasil teridentifikasi.
Satu persatu ditangkap di rumahnya masing-masing. Yakni Firmansyah alias Dajjal (20), warga Jalan Pasar Baru Daya. Muh Ikhsan alias Iccang (20), beralamat di Jalan Mannuruki. Fahrul alias Wakwaw (18), tinggal di Jalan Pajjayyang. Mereka kemudian digiring ke Mapolsek Tamalanrea guna menjalani pemeriksaan. Ketiganya pun mengakui perbuatannya.
Menurut Ikhsan, ia menganiaya korban secara bersama-sama dengan menggunakan pisau dan anak panah. “Ikhsan membawa busur dan juga memanah korban. Sementara Firmansyah alias Dajjal membawa pisau dapur. Dia yang menyayat leher paha dan punggung korban. Sementara Fahrul mengaku membonceng kedua rekannya yang menjadi eksekutor dengan menggunakan motor Yamaha Vino warna hijau putih,” ungkap Iptu Amrullah.
Sementara pengakuan Dajjal, ia baru sekali melakukan curas. Ia beraksi di wilayah Kecamatan Biringkanaya, disertai dengan pemarangan secara brutal.
Usai diinterogasi pada Minggu dini hari (20/10) sekitar pukul 02.00 Wita, ketiganya digiring dalam pengembangan kasus. Mereka diminta menunjukkan lokasi aksinya.
Hanya saja proses pengembangan tidak berjalan mulus. Salah satu dari ketiganya, yakni Dajjal yang hendak dinaikkan ke mobillangsung berontak. Dia mendorong petugas sehingga lepas dari kawalan. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mencoba melarikan diri. Saat itulah Dajjal diberi tindakan tegas setelah tiga kali tembakan ke udara tak digubrisnya.
Dari penangkapan ketiga begal sadis tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah parang, serta satu unit motor yang digunakan saat beraksi.
”Barang buktinya kami sita, seperti panah diserahkan ke kami dari Polsek Biringkanaya. Kemudian satu unit motor yang digunakan berada di Polres Maros. Sementara pisau yang digunakan diamankan saat proses penangkapan. Ketiga pelaku sudah kami amakankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya. (ish/rus)
Dajjal, Dalang Begal Sadis Ditembak
