Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Dukung Pengembalian Lalin Penghibur

MAKASSAR, BKM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, mendukung sikap Pemerintah Kota Makassar yang mengembalikan arus lalu lintas di kawasan Pantai Losari menjadi seperti dulu.
Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Hanura, HM Yunus, mengatakan, perubahan arus lalu lintas setahun yang lalu tanpa perencanaan matang. Walhasil banyak masyarakat sempat dibuat bingung ketika melintas di ruas jalan kawasan Pantai Losari atas perubahan baru dari utara ke selatan.
Perubahan arus lalu lintas di Jalan Penghibur, Haji Bau, Lamadukelleng, atau dari utara ke selatan menjadi ke selatan ke utara sangatlah baik. Sebab sudah puluhan tahun masyarakat terbiasa dan lekat dengan arus lalu lintas dari selatan ke utara.
“Perubahan arus lalu lintas di kawasan Pantai Losari itu kan baru berjalan sekitar satu tahun, tapi diubah lagi, karena tidak melalui perencanaan yang matang. Saya sudah prediksi perubahan arus lalu lintas akan bersoal dikemudian hari. Sebab orang-orang bergerak dari selatan ke utara,” kata Yunus, Minggu (20/10).
Kurangnya perencanaan yang baik atas perubahan arus lalu lintas, kata Yunus, karena penetapannya tanpa melibatkan semua pihak.
“Perubahan arus lalu lintas dulu kan tidak melibatkan banyak pihak, langsung ditetapkan satu pihak saja. Padahal sebelum menetapkan sesuatu harus ambil pendapat dan pandangan pihak lain juga, melibatkan semua pihak yang terkait. Imbasnya ini bikin banyak masyarakat pusing,” akunya.
Dia pun berharap sosialisasi perubahan arus lalu lintas seperti dulu lagi harus aktif dilakukan pemerintah kota untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan semrawut kendaraan sekitaran kawasan Pantai Losari.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh Mario Said, mengatakan, perubahan arus lalu lintas di Pantai Losari berdasar pada keluhan masyarakat dan hasil rapat dari forum lalu lintas dan hasil kajian konsultan. “Melihat semakin banyak titik kemacetan di beberapa jalan di wilayah tersebut. Terutama di Jalan Sultan Hasanuddin, karena tumpuan pergerakan kendaraan dari Selatan ke Utara hanya melalui jalan tersebut,” kata Mario.
Akibatnya, tambah dia, Jalan Penghibur khususnya depan Rumah Jabatan Wali Kota Makassar kerap mengalami penumpukan kendaraan. Situasi ini terjadi karena volume kendaraan dari arah Jalan Metro Tanjung Bunga di jam-jam tertentu semakin padat.
“Ini diakibatkan banyak kendaraan daru Gowa dan Takalar masuk ke Makassar lewat jalan tersebut (Jalan Metro Tanjung Bunga), begitu juga halnya di Jalan Cendrawasih dan Garuda. Jadi semakin bertumpuk,” jelas Mario.(nug-arf)

Exit mobile version