MAMUJU, BKM — Balai Daerah Aliran Sungai (DAS) Lariang Mamasa terus berupaya mendorong dan melibatkan masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola pada Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Saat ini, kawasan hutan yang telah dikelola dan direhabilitasi seluas 2.000 hektare (Ha). Demikian disampaikan Kepala Balai DAS Lariang Mamasa, Ir Abd Halim MM saat ditemui BKM di ruang kerjanya, Senin (21/10).
Halim mengatakan, pihaknya melakukan pengelolaan berbagai jenis kegiatan di dalam pengelolaan di DAS Lariang Mamasa. Di antaranya program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Program ini adalah melibatkan masyarakat dalam bentuk kelompok. Saat ini, sudah ada 43 unit kelompok yang telah mengelola di luar kawasan hutan dengan program KBR. Adanya program ini adalah berbagai jenis tanaman di antaranya bibit jenis kayuan dan bibit produktif. Seperti bibit buah-buahan, sebanyak 73.000 batang yang telah disebarkan pada kelompok masyarakat se-Sulbar.
”Peran kami dalam mengelola setiap program yang ada di DAS Lariang Mamasa, itu dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat dalam pengelolaannya. Kami hanya melakukan pengawasan setiap tahapan laporan pada setiap kelompok terhadap prosesnya. Sebelum pencairan anggaran yang dilakukan secara bertahap, maka kami di pihak tim DAS Lariang Mamasa mengecek terlebih dahulu baru dilakukan proses dan ditindkalanjuti dengan pemcairan anggarannya pada setiap kelompok tersebut. Pencairan anggaran dilakukan dengan mentransfer pembayaran melalui rekening kelompok masing-masing,” jelas Abd Halim.
Hingga saat ini, kata Abd Halim, jumlah areal yang telah dilakukan pengelolaan DAS Lariang Mamasa ini di Sulbar seluas 16 juta hektare. ”Pada lahan kritis kemiringan di atas 30 yang telah bisa dikelola, maka sasaran hutan itu ditangani pada kawasan hutan masyarakat yang diberikan bantuan kepada masyarakat untuk mengelola pada program DAS Lariang Mamasa. Program tersebut harus mengikuti aturan pada setiap kelompok masyarakat tersebut,” ungkapnya.
Diungkapkan juga, pihaknya memberi bantuan kepada masyarakat yang ada di wilayah kali Mamuju. Yakni dengan membantu bibit kayu sengon. Juga bibit produktif durian, rambutan, dan pala. Bantuan diberikan setiap tahun. Dengan bantuan ini, masyarakat diharapkan akan menjaga dan memelihara terhadap lahan kawasannya. Sehingga akan memberi dampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat.
”Untuk program bantuan bibit yang telah dibagikan di Mamuju Tengah dengan memberikan bantuan bibit pala sebanyak 4.000 pohon dan bibit durian sebanyak 15.000 pohon. Sementara jumlah bantuan bibit produktif yang telah disebar dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah Sulbar dengan berbagai jenis sebanyak 73.000 pohon,” kata Ir Abd Halim.
Setelah penyerahan bantuan bibit kepada masyarakat, pihaknya lalu melakukan pengawalan pada titik koordinatnya untuk memastikan apakah sesuai laporan masyarakat yang diberikan kepada kelompok masyarakat.
”Kami juga menyiapkan pendamping kepada masyarakat dan kelompok masyarakat penerima bantuan untuk memastikan tanamannya itu dikelola secara baik. Dan itu akan diperiksa berdasarkan laporan kelompok tersebut,” ujar Ir Abd Halim MM. (alaluddin)
Balai DAS Lariang Mamasa Komit Berikan Program Masyarakat yang Ada di Luar Kawasan Hutan
