Site icon Berita Kota Makassar

Lahan Hutan Terbakar Makin Melebar

GOWA, BKM — Terbakarnya sejumlah lahan hutan di area pegunungan Kabupaten Gowa hingga kini masih terjadi. Ada sejumlah titik api yang terlihat dari wilayah Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Titik lahan terbakar sangat jelas terlihat ketika melintas di kawasan bendungan Bilibili di Kelurahan Bontoparang dan Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa. Kebakaran lahan dan hutan ini mulai terjadi sejak Minggu (20/10).
Salah satu titik kebakaran lahan hutan adalah di pos 1 dan 2 Gunung Bawakaraeng di Kecamatan Tinggimoncong dan di kawasan Gunung Lompobattang, Kecamatan Tompobulu, juga di Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Sejak Minggu hingga kini, api belum bisa dipadamkan. Pasalnya, hembusan angin kencang pun mendukung melebarnya titik api.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman.
”Adapun kekuatan yang bergerak membantu BPBD Gowa, Dinas Damkar Gowa dan Damkar Jeneponto, TNI dan Polri, Manggala Agni, pemerintah setempat dan masyarakat saling bahu membahu membantu dalam pemadaman api di kawasan hutan tersebut,” kata Ikhsan seraya menambahkan, kebakaran lahan hutan di beberapa tempat telah terjadi sejak Minggu (20/10) dan berlanjut sampai sekarang.
Dari peristiwa tersebut, diperkirakan sudah hampir ratusan hektare hutan dan lahan di Kecamatan Tompobulu terbakar. ”Kabakaran hutan dan lahan semalam meliputi kawasan Desa Rappoala dan Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Dari data terakhir Rappolemba yang belum padam luasannya diperkirakan puluhan hektar,” kata Ikhsan yang mengaku belum bisa mendapatkan data rincian luasan rill lahan hutan yang terbakar.
Dikatakan Ikhsan, kondisi di Rappolemba saat ini masih ada titik api. ”Melihat kondisi saat ini kami mengimbau ke masyarakat untuk menjaga dan mengevakuasi warga yamg dekat dengan kawasan terbakar untuk mengungsi sementara di rumah keluarga terdekat dan masjid karena dikuatirkan api akan melebar dengan kondisi angin di lokasi yang tidak menentu,” kata Ikhsan saat dihubungi di Rappolemba, Selasa (22/10).
Salah seorang warga Desa Rappolemba, Ayhu Ummu Kalsum, mengatakan, sejumlah warga sekitar juga mulai mengungsi ke tempat lebih aman. Selain kuatir api bisa merambat ke permukiman, juga karena asap mulai merebak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kapolsek Tompobulu Iptu Hasbullah mengatakan bahwa upaya pemadaman api yang dilakukan warga bersama Tim Manggala Agni mengalami kesulitan disebabkan angin bertiup kencang.
Sementara itu Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Gowa Mustamin Raga yang dikonfirmasi Selasa siang (22/10), mengatakan, hingga kini kawasan lahan dan hutan yang terbakar cukup luas. Khusus di Desa Rappoala saja luasan terbakar sudah mencapai 100 hektare.
”Itupun belum semuanya kita bisa datakan. Sebab kondisi lahan hutan yang terbakar hingga kini masih terjadi sejak mulai terbakar hari Minggu kemarin,” kata Mustamin Raga. (sar/mir)

Exit mobile version