SOPPENG, BKM — Pemkab Soppeng menggelar upacara Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Soppeng, Selasa (22/10). Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren dan Madrasah hadir.
Sekkab Soppeng HA Tenri Sessu, selaku Inspektur upacara saat membacakan pidato seragam Menteri Agama RI menyebutkan pesantren merupakan laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlil’alamin, islam ramah dan moderat dalam beragama.
Setidaknya ada sembilan alasan mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Metode mengaji dan mengkaji. Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.
Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawarlagi oleh kalangan pesantren. Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat.
Penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs yaitu proses pembersihan hati. (ono/C)
Sekkab Pimpin Upacara HSN
