Site icon Berita Kota Makassar

Komisi D Kritik Kondisi Kantor Disdik

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (kesra) kembali turun melakukan kunjungan. Dan kali ini, kunjungan dilakukan ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar dan sejumlah sekolah.
Ada sepuluh sekolah dari tingkat dasar sampai menengah pertama yang tersebar di 15 kecamatan jadi tujuan kunjungan. Adapun sekolah yang dikunjungi diantaranya SMPN 30 Makassar di Kecamatan Tamalanrea, SMPN 45 Makassar Kecamatan Wajo, dan SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar di Kecamatan Rappocini.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin, menegaskan, kunjungan ke Kantor Disdik Makassar dan sekolah-sekolah untuk memantau langsung kondisi fasilitas sarana dan prasarana. Apakah sudah baik atau belum.
Hasilnya pun mengejutkan para legislator. Mereka menemukan kondisi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar memprihatinkan. Gedung yang berfungsi sebagai sentral pendidikan di Makassar membutuhkan renovasi.
Selain gedung yang sempit, sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan adalah perangkat komputer sampai di pendingin ruangan. Semuanya kurang menunjang para pegawai untuk bekerja dengan baik dan nyaman.
“Kantornya dinas pendidikan ini membutuhkan renovasi total, karena di dalam gedung sudah tidak nyaman lagi buat mereka bekerja. Di sini sentralnya semua yang namanya pendidikan, baik dari tingkat SD dan SMP. Sedangkan mereka bekerja di sini sudah tidak nyaman lagi. Minggu depan kami dari komisi D akan memikirkan bantuan anggaran untuk renovasi dari kantor Disdik Kota Makassar. Ini menjadi sentral anak-anak ke depan semua dari sini,” sebut Fatma Wahyuddin, Rabu, (23/10).
Atas kondisi yang ada itu, Fatma juga menilai, memberikan dampak terhadap pelayanan. Pasalnya kantor Disdik Kota Makassar menyangkut database pelajar mulai tingkat SD dan SMP. Ketika kantor memberikan rasa nyaman bagi pekerjanya, tentu akan membuat pekerja betah dan nyaman bekerja.
“Intinya setelah kami berkunjung ke sejumlah sekolah-sekolah, apa yang menjadi keluhan semua itulah yang akan kami pikirkan, dan kami akan lakukan rapat internal, kebutuhan apa saja yang dibutuhkan Disdik Kota Makassar. Apa yang disampaikan semua kepala sekolah ataupun dinas pendidikan itulah yang menjadi acuan kami nanti pada pembahasan anggaran APBD 2020,” tegasnya. (arf)

Exit mobile version