MAKASSAR, BKM–Tim gabungan dari Pemerintah Kota Makassar yang terdiri dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaring setidaknya 16 orang Pak Ogah.
Penertiban Pak Ogah dilakukan di sejumlah jalan yang ada di Kota Makassar.
Penertiban dilakukan didasari banyaknya keluhan masyarakat bahwa keberadaannya sangat meresahkan pengguna jalan.
Penertiban dilakukan di Jalan Veteran, Jalan Sultan Alauddin, Jalan AP Petta Rani, Jalan Hertasning, Jalan Batua Raya, Jalan Abd Dg Sirua, PLTU, Jalan Urip Sumoharjo, dan Rujab Gubernur.
Humas Dishub Makassar, Asiz Sila, menyebut, ada 16 orang pak ogah terjaring diantaranya 5 orang anak di bawah umur, 10 orang dewasa dan 1 wanita.
“Pak ogah kita jaring di beberapa jalan seperti Jalan Veteran, Alauddin, Petta Rani, Hertasning, Batua Raya, Abd Dg Sirua, PLTU, rujab Gubernur. Semua kita jaring ada 16 orang dan kita serahkan ke Dinas Sosial,” kata Asiz.
Hal senada dikatakan Kepala Seksi Rehabilitasi Tunas Sosial, Suhartiny. Menurutnya, keseluruhan pak ogah yang terjaring akan dilakukan pembinaan.
Untuk anak di bawah umur, kata Suhartiny akan diberikan assesment oleh tenaga profesional dari Kementerian Sosial. Kemudian akan dilakukan home visit dirumah dan lingkungan sekitarnya.
“Kemudian yang dewasa yang terindikasi memakain narkoba jenis lem kita akan rujuk ke YKP2N Barombong untuk dirujuk selama 3 hingga 6 bulan,” terangnya.
Menurut Suhartiny, tim dari tiga unsur tersebut akan terus gencar melakukan penertiban hingga betul betul masyarakat makassar khususnya pengguna jalan bebas dari kerasahan pak ogah.
Sementara Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud, mengaku, jika penertiban dilakukan memang sudah lama direncanakan. Apalagi penertiban kali ini melibatkan pihaknya.
Iman menambahkan, para pak ogah menggunakan kekosangan patroli disaat tidak ada petugas dilapangan dengan mencuri curi kesempatan.
“Sebenarnya kalau mau diawasi pak ogah itu juga takut. Seperti kita turun penertiban ternyata kita hanya berhasil menjaring kurang dari 20 orang, padahal saya targetkan bisa mencapai 30 orang,” ujar Iman.
Saat ditertibkan seluruh pak ogah diboyong ke Kantor Balai Kota kemudian didata dan interview serta membuat pernyataan untuk tidak melakukan hal tersebut.
Ia sangat menyangkan keterlibatan anak di bawah umur yang seharusnya mengembang ilmu di sekolah justru turun kejalan mengatur arus lalulintas. Bahkan jumlahnya anak anak melebihi orang dewasa. Kata Iman itu adalah masalah besar bagi generasi bangsa.
“Tetapi mereka semua baik itu anak anak atau yang dewasa sudah buat perjanjian dengan satpol untuk tidak mengulanginya lagi. Jadi kalau kita dapat lagi maka dia harus siap terima segala resikonya,” tandasnya.
Olehnya itu, Iman Hud menegaskan bahwa penertiban tersebut akan terus dilakukan tiap hari pada jam tertentu hingga satu pekan kedepan.
“Kita targetkan ini dalam satu minggu dan mudah midahan satu minggu ini bisankita selesaikan. Dan kalau mereka (pak ogah) masih mau coba coba lakukan lagi kita akan tambah terus waktu penertibannya,” tutupnya.(nug)
Lagi, Tim Gabungan Jaring 16 Pak Ogah
