Site icon Berita Kota Makassar

180 Kasus Kebakaran Landa Makassar

MAKASSAR, BKM–Kasus kebakaran di Kota Makassar hingga kemarin sudah sebanyak 180 kasus. Dari kasus tersebut 80 persen masih disebabkan oleh alang-alang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebakaran Kota Makassar, Taufiek Rachman, mengakui, jika kasus kebakaran pada periode Agustus-September menjadi yang terbanyak di tahun ini. Di periode inilah puncak kasus kebakaran terjadi di 2019.
“Sebanyak 80 persen disebabkan oleh alang-alang. Tapi ada juga kebakaran rumah dan lain-lain. Penyebabnya ada karena arus pendek, kelalaian karena kompor dan sebagainya,” kata Taufiek.
Ia pun mengimbau supaya masyarakat selalu waspada terhadap api. Apalagi semua tempat di Makassar dikatakannya rentan untuk terbakar.
Tempat yang paling rawan, jelas Taufiek, adalah tempat dimana banyak alang-alangnya. Karena suhu panas yang menyerang Makassar membuat alang-alang mudah terbakar.
Apalagi beberapa hari terakhir, banyak kebakaran yang disebabkan oleh alang-alang. Bahkan disebutkan Taufik, hampir tiap hari ada kasus kebakaran yang disebabkan oleh alang-alang. Baik yang intensitas besar maupun yang berintensitas kecil.
“Paling banyak dan hampir tiap hari ada kebakaran akibat alang-alang. Alang-alang terbakar karena suhu yang panas. Kadang memang ada yang sengaja dibakar, ada yang tidak. Jadi kalau da percikan api kecil, harus diperhatikan,” imbaunya.
Berbeda jika di wilayah padat penduduk. Dimana di wilayah tersebut, tergantung bagaimana tindakan warganya dalam menggunakan api.
“Waspada bahaya api, terutama kompor di rumah. Kalau sudah pakai kompor, jangan lupa ditutup. Ada alang-alang disamping rumah juga harus waspada. Jangan membakar sampah atau alang-alang,” tambahnya.
Semua hal ini dikatakannya tak boleh dianggap sepele. Apalagi di misim kemarau ini dimana suhu yang panas bisa membuat api lebih mudah berkobar.
Selain itu, aktifitas membakar sampah juga merupakan salah satu penyebab kebakaran. Bahkan Taufiek meminta masyarakat untuk tidak dulu membakar sampahnya.
“Jangan membakar sampah. Kalau ada sampah, kumpul saja, nanti Dinas Kebersihan yang angkat. Kalau kemarau begini, kadang api pembakaran bisa cepat meluas dan akan sulit dikendalikan,” tambahnya.
Walaupun begitu, pihak Dinas Kebakaran dikatakan Taufiek, selalu siap jika ada kebakaran terjadi. Baik secara personil maupun armada, pihaknya selalu siap kapanpun untuk turun membantu pemadaman api kebakaran.
“Kita selalu siap. Baik personil maupun armada, kita selalu siap. Kalau terjadi kebakatan, silahkan hubungi saja langsung ke pos-pos Damkar terdekat,” ungkap Taufiek.(nug)

Exit mobile version