Site icon Berita Kota Makassar

Kampung KB Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk di Gowa

GOWA, BKM — Terbentuknya Kampung KB di 27 desa di Kabupaten Gowa ternyata berdampak baik bagi Gowa sendiri. Jika sebelumnya laju pertumbuhan penduduk di Gowa mencapai 2 persen, sekarang turun menjadi 1,7 persen. Hal ini tentu membuat Pemkab Gowa terbantu dalam segi upaya menekan laju penduduk dari tahun ketahun.
Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, mengatakan, dengan adanya Kampung KB ini tentu akan menjadi hal baik bagi Gowa. Dimana, Pemkab Gowa memang sedang gencar melakukan program menekan laju kependudukan dengan menggiatkan berbagai upaya tersebut.
”Sejauh ini kita sudah memiliki 27 Kampung KB yang tersebar di 27 desa di 18 kecamatan. Ini saja baru sedikit dan sudah memperlihatkan hasil. Jika kita bentuk Kampung KB lebih banyak lagi, saya yakin laju pertumbuhan pendudukan akan lebih optimal kita lakukan. Di sisi lainnya, juga akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” jelas Sofyan Daud di depan peserta sosialisasi dampak kependudukan yang berlangsung di aula Wisata Kebun Bontomanai, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Rabu siang (23/10).
Sosialisasi ini diikuti sejumlah kepala desa pelaksana Kampung KB, para penyuluh KB, LSM serta unsur media. Juga menghadirkan dua pemateri masing-masing dari Dinas PMD dan Bappeda serta dihadiri Staf Ahli Bupati Gowa Bidang Kesra, Jafaruddin.
Pertemuan antar lintas sektor ini menurut Sofyan Daud, dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada stakeholder. Terutama aparat desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, bagaimana bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menekan laju pertumbuhan dan peka terhadap dampak kependudukan.
Karena itu, sosialisasi ini menjadi wadah untuk tukar pikiran dan saling berdiskusi untuk mendapatkan solusi mengentaskan berbagai masalah di masyarakat. Termasuk pencegahan stunting.
”Stunting ini menjadi fokus diperhatikan semua pihak, lantaran Gowa berusaha menghapus peringkat lima stunting yang di Sulsel,” kata Sofyan Daud. (sar/mir)

Exit mobile version