Site icon Berita Kota Makassar

Penuhi Berbagai Kebutuhan Melalui Home Credit Indonesia Dari Ujung Jari

MAKASSAR, BKM — Ingin memiliki atau membeli barang tanpa harus keluar rumah. Semua bisa dilakukan hanya dari ujung jari. Bahkan, ketika tidak punya uang tunai atau kes sekalipun, kebutuhan dan keinginan masih bisa terpenuhi.
Adalah Home Credit Indonesia perusahaan pembiayaan yang bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan itu. Home Credit memberi dua alternatif dalam layanan pembiayaan, yakni secara konvensional (manual) dan digital (online).
Untuk bisa menikmati layanan secara online, caranya sangat simpel. Cukup mendownload atau mengunduh melalui playstore aplikasi My Home Credit Indonesia. Dalam aplikasi ini, ada banyak jenis kebutuhan yang dapat dibiayai perusahaan asap Cekoslovakia ini. Di antaranya smartphone, fesyen, furniture, dan elektronik. Di samping itu, Home Credit juga menawarkan pembiayaan multiguna untuk keperluan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur.
Berbagai kebutuhan ini bisa dimiliki secara cicilan dengan berbagai penawaran menarik. Seperti bunga bisa nol persen dan gratis down payment atau uang muka, diskon admin, hingga gratis satu kali cicilan. Bahkan, Home Credit akan memberi tambahan perlindungan kepada konsumennya yang melakukan pembiayaan smartphone. Dalam melayani pembiayaan kebutuhan para konsumennya, Home Credit telah menjalin kerjasama dengan banyak toko retail modern besar dan terkemuka di Indonesia. Selain itu, juga beberapa
merchant e-commerce.
Dalam bertransaksi pembiayaan di Home Credit tidaklah bertele-tele. Bahkan, dalam melayani konsumen yang akan menyicil harga barang yang dibelinya, Home Credit tidak mengharuskan konsumennya memiliki jaminan maupun kartu kredit.
Jauh berbeda dari lembaga pembiayaan lainnya, terkadang mengharuskan konsumennya memiliki jaminan maupun kartu kredit. Setidaknya, dengan kemudahan menyicil seperti ini, menunjukkan kalau Home Credit sangat percaya dengan itikad baik para nasabahnya dalam membayar kewajibannya.
Dalam mengajukan permohonan pembiayaan ke Home Credit Indonesia secara manual, hanyalah dalam hitungan sekitar satu jam setelah semua berkas yang diperlukan sudah dilengkapi konsumennya.
”Hanya sekitar satu jam lebihlah setelah saya melengkapi berkas, pihak Home Credit sudah memberi konfirmasi persetujuan atas permohonan kredit smartphone saya,” tutur Iwan salah seorang konsumen Home Credit yang bertransaksi secara konvensional atau manual.
Menurut Iwan yang juga adalah salah seorang karyawan swasta, dirinya menjatuhkan pilihan ke Home Credit, karena di pembiayaan lain selain urusannya bertele-tele, juga suku bunganya lebih tinggi dari yang diberlakukan Home Credit.
Sejak dilaunching pada pertengahan tahun 2017 lalu atau empat tahun setelah Home Credit melakukan ekspansi ke Indonesia tahun 2013, jumlah masyarakat yang mengunduh aplikasi My Home Credit Indonesia ini telah mencapai kisaran tiga juta orang. Di antara pengunduh ini, ada yang merupakan pelanggan Home Credit. Namun ada juga konsumen baru yang hanya ingin mengajukan permintaan cicilan.
Keberadaan aplikasi My Home Credit Indonesia, tidak sekadar digunakan untuk mengajukan pembiayaan. Karena di dalam aplikasi mobile ini juga terdapat sejumlah fitur menarik lainnya, seperti fitur rewards, fitur pembayaran, status pembiayaan, lokasi titik penjualan terdekat, lokasi pembayaran, simulasi pembiayaan, dan beragam promosi menarik lainnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan pembiayaan ke Home Credit, sebaiknya dilakukan secara online. Karena selain efisiensi waktu, juga tenaga. Bisa dibayangkan jika permohonan pembiayaan tanpa menggunakan kartu kredit itu sudah bisa mendapatkan kepastian hanya dalam tempo maksimal 30 menit.
Seperti disampaikan Miroslav Hlavac, Chief Marketing and Strategy Officer
Home Credit Indonesia, waktu 30 menit itu bisa direalisasikan karena pihaknya sudah menerapkan sistem aplikasi daring atau dalam jaringan untuk mengajukan cicilan.
Untuk mendapatkan data yang valid tentang pemohon pembiayaan, pihak Home Credit juga masih melakukan verifikasi atau pengecekan secara manual ke sistem informasi debitur. Ini juga sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya gagal bayar. Apalagi saat ini angka kredit bermasalah Home Kredit di Indonesia masih kategori aman, yakni hanya 0,3 persen sampai 0,5 persen. Sedangkan batas angka tolerasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 5 persen.
Saatnya masyarakat mulai membiasakan diri bertransaksi secara online di Home Credit, baik itu untuk berbelanja maupun pembiayaannya. Karena seluruh data konsumen maupun pelanggannya tersimpan dengan aman.
Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia, Andy Nahil Gultom, menekankan, pihaknya akan selalu patuh kepada aturan yang berlaku. Termasuk menjaga kerahasiaan data konsumen baik yang applynya diapprove maupun tidak diapprove. (amir)

Exit mobile version