Site icon Berita Kota Makassar

Dishub Sulsel akan Buat Parkiran Khusus untuk Ojol

MAKASSAR, BKM — Kehadiran ojek online saat ini mendorong pemerintah untuk memikirkan aspek kebutuhan dan sarana serta dampak yang terjadi dengan alat transportasi tersebut.
Salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah banyaknya ojek online (Ojol), baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang secara bergerombol memarkirkan kendaraan tempat-tempat tertentu yang cukup strategis. Kondisi itu bisa mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Malah, kadang ojek online dengan seenaknya memarkir kendaraan hingga ke badan jalan.
Menyikapi kondisi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel tengah mendorong tempat parkir khusus untuk ojek online (ojol).
Pelaksana tugas (Plt) Dishub Sulsel, Fahlevi Yusuf menjelaskan, program yang diinisiasi dishub ini sudah dicanangkan sejak peringatan Hari Perhubungan Nasional (harhubnas) tingkat Sulsel. Setiap pengusaha yang membuka jasa antar jemput ojol, didorong menyediakan parkir khusus tersebut.
Mekanismenya, kata Fahlevi, setiap orang yang membangun tempat usaha dalam mengusulkan analisis mengenai dampak lalu lintas (andalalin), dishub bakal meminta agar dibangun lahan parkir khusus buat ojol. Parkir itu diberi rambu penanda untuk memudahkan.
“Sejak tanggal 17 September berkaitan dengan Harhubnas Provinsi Sulsel sudah canangkan satu program parkir khusus buat ojol. Jadi setiap pemohon usaha dalam tahapan andalainnya harus menyediakan parkir khusus yang hadir di setiap tempat usaha,” beber Fahlevi, Minggu (27/10).
Upaya ini didorong karena para ojol selama ini ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Dimana sering menggunakan badan jalan sebagai lokasi parkir untuk antar jemput.
“Intinya sih para ojol itu dalam menjalankan aktivitas tidak berada di atas jalan. Tapi berada di dalam tempat usaha itu. Karena kalau berada di atas jalan, juga bagian dari potensi kemacetan,” imbuh dia.
Salah satu pengusaha yang sudah didorong menerapkan ini yakni di KFC di Jalan Aeropala. Dishub Sulsel berencana meresmikan parkir ojol tersebut sebagai percontohan. Pihaknya hanya meminta agar lokasi parkir tersebut diberi penanda khusus buat ojol.
“Ini pemohon pertama itu yang di KFC di Jalan Aeropala yang susah disiapkan. Cuma kita rekomendasikan agar diberi warna khusus. Rambunya juga sudah ada. Sisa warna misal warna hijau sesuai seragam para ojol, supaya memudahkan,” tambah Fahlevi.
Program ini kata dia akan disosialisasikan kepada para pengusaha untuk ikut menerapkan. Dishub Sulsel akan turun melakukan sosialisasi terkait penyedian parkir untuk ojol di setiap tempat usaha.
“Bagaimana yang tidak punya lahan luas, kita kasi solusi minimal mereka sudah terapkan bahwa ada sisi yang disiapkan. Karena kan tidak serta merta datang semua itu ojol banyak. Pokoknya siapkan space disana. Ikut menata perparkiran dekat lokasinya. Terlepas ada juru parkir,” paparnya.
Fahlevi mengklaim program ini baru pertama dilakukan di Indonesia Timur. Sebagai salah satu bagian untuk penataan lalu lintas khususnya di kawasan Mamminasata, dimana tata perparkiran jadi salah satu hal yang ingin diperbaiki. (rhm)

Exit mobile version