MAROS, BKM — Memperingati hari sumpah pemuda, Sanggar Seni dan Budaya Dampang Marana menggelar kegiatan kemah budaya kaum muda, Jumat malam (25/10) hingga Senin (28/10), di Desa Marana.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Karang Taruna Desa Marannu, komunitas Sanggar Seni Dampak Marana, dan BPCB Sulsel. Kegiatan yang kali pertama digelar Sanggar Seni Dampang Marana ini, menghadirkan pertunjukan kolaborasi antara maestro gendang, Serang Dakko, maestro keso-keso, Sarifuddin Daeng Tutu, pelukis tanah liat, Zaenal Beta, seniman Yusri Yusuf dari lembaga rumah kecapi, dan pelanjut tradisi musik kecapi, Azisah.
Mereka pun berkolaborasi memainkan peran masing-masing. Dimana, sang maestro gendang menabuh gendangnya diikuti petikan kecapi. Sedangkan si pelukis dari tanah lihat dengan lincahnya melukis dengan media tanah liat. Ia melikis para pemain yang bermain di atas panggung.
Alhasil pertunjukan ini pun sangat memukau warga sekitar yang datang menonton kegiatan kemah budaya kaum muda yang mengangkat tema menjawab tantangan pemajuan kebudayaan dalam gerak tutur nada dan coretan.
Ketua Panitia Pelaksana, Nurholis, mengatakan, kegiatan kemah budaya ini merupakan inisiasi kaum muda Marannu. Dikatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 75 orang. Sementara penggagas kegiatan, Muhammad Ramli, mengatakan, kegiatan ini murni digelar atas inisiasi komunitas Sanggar Seni Dampang Marana.
”Kegiatan ini murni terselenggara atas swadaya dan gotong royong komunitas serta masyarakat. Tak ada bantuan atau partisipasi pemerintah desa setempat,” akunya.
Dia juga mengatakan dalam kegiatan ini turut berpartisipasi BPCB Sulsel melalui kegiatan pemutaran film bioskop keliling. Rangkaian kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari, yakni dialog budaya, workshop, pentas seni, dan pemutaran bioskop keliling.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, Ansharullah mewakili wakil bupati Maros,. Juga tampak hadir Wakil Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam. (ari/mir/c)