Site icon Berita Kota Makassar

Iqbal Bilang Sudah Ada, Sittiara tak Memastikan

MAKASSAR, BKM — Sudah sebulan berlalu sejak berakhirnya masa tugas direksi PDAM Kota Makassar. Namun, hingga saat ini belum juga ada kejelasan soal proses pengangkatan direksi definitif yang baru.
Bahkan, panitia seleksi (pansel) untuk menjaring direksi baru ini pun belum juga dibentuk. Pemerintah Kota Makassar terkesan tidak serius dalam urusan ini.
Padahal, kontribusi PDAM untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan yang terbesar dari semua perusahaan daerah (Perusda) di Makassar. Pada tahun 2018 saja, PDAM berhasil meningkatkan pendapatannya hingga Rp42 miliar.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berdalih, PDAM saat ini tanpa direksi definitif pun tidak memiliki masalah. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Makassar yang dijabat oleh Hamzah Ahmad, dikatakan Iqbal, masih bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Iqbal juga menepis anggapan bahwa proses seleksi direksi PDAM terkesan tertutup. Karena memang saat ini pansel direksi PDAM masih sementara dalam proses pembentukan.
“Pansel sudah proses. Sudah jadi. Ada mewakili provinsi, universitas, media, dan LSM,” kata Iqbal saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (28/10).
Iqbal mengatakan, pihaknya telah menyerahkan semuaurusan selanjutkan kepada kepala BKD dan pelaksanaan seleksinya langsung kepada pansel.
“Tanyakan saja sama kepala BKD kapan mulai bekerja. Nama-namanya sudah ada. Selanjutnya saya serahkan ke pansel kapan dibuka pendaftaran,” jelasnya.
Berbeda dengan Iqbal, Plt Kepala BKD Kota Makassar Sittiara Kinang, belum bisa memastikan jika pansel ini sudah ada.
“Mungkin adami, tapi belum kita SK-kan. Belum kita buka juga untuk penerimaan,” ucap Sittiara terbata.
Sittiara menegaskan, jika pansel sudah ada, maka dirinya langsung yang akan menyampaikan. “Kalau adami panselnya, pasti akan saya sampaikan kepada kalian (wartawan). Tidak mungkin kalau adami panselnya, saya tidak kasih tahu,” tandasnya.
Saat ditanya kapan rencana membentuk pansel untuk direksi PDAM, Sittiara enggan menjawab secara tegas. Ia hanya mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana membentuk pansel.
“Tidak ada ancang-ancang kapan dibentuk. Tunggu saja. Saya tidak mau bicara dua kali. Jadi tidak ada ancang-ancang. Kalau ada ancang-ancangnya terus tidak sesuai, masalah lagi. Karena kita tidak tahu perjalanan ke depan,” kuncinya. (nug/rus)

Exit mobile version