Site icon Berita Kota Makassar

P2P Gandeng HKI Cegah Kebutaan Anak

JENEPONTO, BKM — Mata bukan hanya jendela jiwa, tapi juga membantu untuk melihat dan memahami dunia luar. Ada 80 persen informasi sampai ke otak karena melalui penglihatan mata.
Untuk itu, dinas kesehatan kabupaten Jeneponto melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan Hellen Keller Internasional (HKI) melakukan sosialisasi kesehatan mata anak.
”Mata adalah alat penting bagi setiap insan. Gangguan penglihatan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Oleh karenanya, masyarakat perlu memahami bagaimana caranya untuk mencegah dan mengendalikan kesehatan mata,” jelas Kabid P2P Dinkes Jeneponto, Susanti Mansyur di hadapan Ketua HKI Cabang Jeneponto, Mawar Ardi, Ketua Penggerak PKK, Hj Hamsiah Iksan, dan puluhan anggotanya yang memadati gedung Kalabbirang Rujab Bupati Jeneponto, Senin (28/10).
Saat ini, kata Susanti, angka gangguan penglihatan terus meningkat drastis. Data UNICEF menunjukkan, kebutaan pada anak mencapai 1,4 juta jiwa di dunia. Bahkan, balita masuk dalam jajaran usia paling rentan terhadap gangguan kebutaan. Sehingga diimbau agar sosialisasi ini berkelanjutan untuk mendeteksi lebih dini terjadinya kebutaan.
”Kami Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat terutama kepada ibu penggerak PKK sebagai bentuk kerjasama untuk menjalin sinergitas antara dinas kesehatan sebagai leading sektor dengan OPD lainnya. Sasarannya agar dapat teridentifikasi sumber daya kesehatan terhadap penanggulangan kebutaan pada anak di daerah ini. Juga sektor untuk mensinergikan program P2P dengan program PKK dimasing-masing wilayah di dalam pelayanan masyarakat,” jelas Susanti Mansyur.
Ketua HKI Cabang Jeneponto, Mawar Ardi, mengatakan, HKI adalah sebuah organisasi internasional non-pemerintah yang memiliki misi menyelamatkan penglihatan dan hidup masyarakat yang paling rentan serta kurang beruntung dengan memerangi penyebab dan akibat dari kebutaan serta kekurangan gizi.
HKI hadir di Kabupaten Jeneponto, kata Mawar, untuk melakukan sosialisasi pencegahan kebutaan pada anak dan bayi di seluruh Puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya untuk mengetahui gangguan penglihatan pada anak dan bayi di Posyandu maupun di sekolah dasar (SD).
”Jika nantinya ada anak yang bermasalah dengan gangguan penglihatannya, kita akan bantu dengan pemakaian kaca mata secara cuma-cuma dari HKI,” tambah Mawar. (krk/mir/c)

Exit mobile version