JAKARTA, BKM — Komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk memajukan pertanian Indonesia begitu besar. Ia pun memilih orang-orang terbaik untuk mendampinginya, demi memastikan program pada kementerian yang ia pimpin berjalan maksimal.
SYL secara khusus melibatkan mantan wakilnya saat menjabat gubernur Sulsel, yakni Agus Arifin Nu’mang. Agus AN ditempatkan sebagai staf khusus.
“Mendampingi Pak Mentan menyesuaikan dengan lingkungan kerja yang baru,” ujar Agus seperti dikutip dari www.fajar.co.id.
Dua periode berpasangan memimpin Sulsel, Syahrul dan Agus memang selalu kompak. Keduanya selalu terlihat harmonis memimpin pemerintahan di Pemprov Sulsel. Kini, keduanya akan merajut keakraban lagi, demi pertanian Indonesia yang makin maju. “Kita semua bantu beliau agar sukses di tingkat nasional,” lanjut Agus.
Selain Agus, SYL juga mengangkat dua staf khusus lainnya dari Sulsel.Mereka adalah Lutfie Halide dan Firdaus Hasan. Lutfie adalah mantan kadis Pertanian Sulsel, sementara Firdaus mantan kadis Perkebunan.
Lutfie berjanji siap bekerja maksimal. Ia yakin, di tangan SYL, pertanian bisa dipacu lebih kencang sesuai harapan Presiden Joko Widodo.
Dalam tatap muka dan silaturahmi dengan para mantan menteri dan pejabat Kementerian Pertanian di Geduang PIA, Senin (28/10), SYL meminta izin dan dukungan para mantan menteri dan wakil menteri pertanian era sebelumnya untuk memajukan pertanian Indonesia. Mentan ingin agar mereka berbagi ilmu dan pengalaman terkait sektor pertanian selama mereka menjabat.
“Ini bagian dari silaturahmi. Saya izin untuk memimpin kementerian ini. Saya berharap dukungan dan bantuan para orang hebat di bidang pertanian pada masanya. Dan saya berharap kehadiran mereka yang akan terus bersama saya, membantu saya dalam memecahkan banyak masalah pertanian,” kata SYL.
Dalam kesempatan ini, peraih 244 penghargaan ini menegaskan akan belajar dari para senior menteri. Syahrul bahkan menegaskan dirinya rela dikoreksi dan diberikan masukan dalam pengelolaan pertanian. Menurutnya, sebuah negara kuat apabila pertaniannya juga kuat, sehingga fungsi Kementerian Pertanian luar biasa dengan kompleksitas dan dinamika yang berkembang sangat cepat.
“Kita tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama. Banyak cara-cara baru yang harus kita pelajari dikarenakan kemajuan teknologi sangat cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut SYL, mengatakan kompleksitas masalah yang besar membuat sentralisasi strategi tidak harus di Jakarta. Kementerian Pertanian tidak bisa bekerja sendiri dan harus bermitra dengan yang lain.
“Kementan membutuhkan kemitraan dan kerja sama bersinergi dengan kementerian lain. Seperti dengan para gubernur, bupati, bahkan sampai di lapangan harus bermitra dengan para camat dan para kepala desa maupun lurah,” ungkap Syahrul.
Karenanya, SYL menegaskan dirinya fokus membangun Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama. Dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan, dengan keterlibatan pihak lainnya seperti TNI/Polri.
Menteri Pertanian Indonesia periode 1992-1997 Sjarifuddin Baharsjah, mengungkapkan kemampuan lokal dan kemampuan petani, bersama dengan peneliti tanpa banyak campur tangan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
“Sebaiknya kita mengapresiasi kemampuan petani kita. Tidak perlu diributkan dengan peraturan-peraturan dan subsidinya tidak efektif,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Periode 2000-2004 Bungaran Saragih mengapresiasi seluruh rangkaian tatap muka dan silaturahmi ini. Kata dia, komunikasi yang dibangun sangat bagus untuk perkembangan dan pembangunan pertanian ke depan.
“Development for agriculture penting. Bagaimana mengikutsertakan institusi lain untuk membangun pertanian, seperti Kementerian PUPR, Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan kementerian lainnya,” katanya.
Suswono, Menteri Pertanian periode 2009-2014 , juga mengatakan jika persoalan pertanian bukan hanya tanggung jawab kementan. Melainkan menjadi tanggung jawab lintas sektor.
“Saya kira bagus sekali kalau kita mampu berkoordinasi dan mampu mengajak kementerian lain untuk membangun pertanian. Kalau bisa digerakkan dan dioptimalkan, maka hasilnya akan sangat baik,” tandasnya. (*/rus)
SYL Tunjuk Agus AN Jadi Staf Khusus Mentan
