Site icon Berita Kota Makassar

Kader PKK Gowa Dilatih Cegah Stunting Sejak Dini

GOWA, BKM — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gowa menggelar pelatihan peningkatan kapasitas tenaga teknis dan kader PKK tingkat Kabupaten Gowa di Hotel Four Points by Sheraton, Kamis pagi (31/10).
Pelatihan ini menghadirkan beberapa materi dengan tema pencegahan stunting atau bertubuh pendek akibat kekurangan gizi dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya di Kabupaten Gowa. Hadir sebagai narasumber, yaitu Kepala Bappeda Gowa, Taufik Mursad, Kadis PMD Gowa, Muh Asrul, dan Ketua PKK Kecamatan Pallangga, Rismawati Kadir Nyampa.
Taufik Mursad dalam materinya memaparkan, saat ini pencegahan stunting berfokus pada wanita hamil dan balita dengan mencukupkan gizi agar hal tersebut bisa dicegah sejak dini.
Salah satu ciri mengalami stunting yakni pertumbuhan melambat, penurunan kemampuan fokus, dan pertumbuhan gigi melambat. ”Faktor yang memengaruhi terjadinya stunting yaitu faktor gizi yang dialami ibu hamil. Karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi ibu hamil dan anak itu sendiri. Selain itu, terbatasnya akses pelayanan kesehatan,” kata Taufik.
Karena itu diharapkan, melalui materi ini para ibu bisa mengetahui pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita.
Kadis PMD, Muh Asrul, mengakui, saat ini sudah ada 44 desa dari 121 desa yang menerapkan hal pencegahan stunting. Sehingga diimbau agar desa yang lain bisa turut serta menerapkan gizi seimbang kepada anak, baik saat ibu hamil maupun setelah melahirkan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan, mengatakan, saat ini permasalahan stunting menjadi PR bagi PKK. Sehingga melalui pelatihan ini diharapkan masalah stunting bisa sedikit teratasi dengan memberikan pengetahuan langsung kepada kader PKK se-Kabupaten Gowa mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan/desa, hingga ke tingkat RT/RW.
”Memang dari dulu masalah stunting adalah PR kita semua. Posyandu yang mumpuni serta yang terpenting menerapkan hidup bersih bebas dari sampah plastik. Sebab itu, semua berpotensi menjadi penyebab stunting,” kata Priska.
Priska mengatakan dalam pelatihan ini juga diisi workshop mengenai pengolahan kerajinan tangan (menyulam), pembuatan sabun, pelatihan menulis indah, table manner dan cooking class. Semua ini dilakukan dalam upaya mendukung pencegahan stunting dengan mendongkrak ekonomi keluarga agar kaum ibu bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya (makanan). (sar/mir)

Exit mobile version