MAKASSAR, BKM–Sekolah sebagai sarana pendidikan dituntut memiliki budaya ramah dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan pendidikan. Berbagai berita kekerasan di sekolah sering terjadi pada siswa akhir- akhir ini, dari tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah. Kekerasan dilakukan oleh siswa kepada siswa, siswa kepada guru, guru kepada siswa dan orang tua kepada guru.
Berangkat dari berbagai permasalahan kekerasan dan konflik yang diterima peserta didik di sekolah, maka perlu dilakukan kegiatan Workshop Sekolah Ramah Anak.
Hal inilah yang dikerjasamakan antara Harian Berita Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Direktur Harian Berita Kota Makassar, Fachruddin Palapa menegaskan, workshop ini dilakukan bertujuan untuk menyamakan pemahaman terhadap arti dari program sekolah ramah anak. Program ini-pun bertujuan memberikan perlindungan pada diri peserta didik sebagai anak di sekolah dengan mengutamakan hak-hak anak.”Inilah yang kita kerjasamakan dengan Disdik Kota Makassar. Kita minta peserta workshop dari kalangan pejabat di sekolah mulai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BP dan Guru Olah Raga. Olehnya itu, kita harap mereka bisa hadir saat workshop digelar,” jelas Fachruddin.
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Makassar, Abdul Azis Hasan, menyambut baik pelaksanaan Workshop Sekolah Ramah Anak. Soalnya, sekolah ramah anak menjadi penting mengingat dalam sehari delapan jam anak berada di sekolah. “Saya dukung kegiatan ini dikerjasamakan. Saya juga harapkan dengan kegiatan workshop ini para pendidik mulai dari guru hingga kepala sekolah bisa menyamakan persepsi soal pendidikan anak di sekolah, sehingga tidak ada lagi terjadi laporan kekerasan anak di sekolah, begitupun kekerasan terhadap guru,” tegas Azis Hasan.
Dalam kegiatan ini diwajibkan empat perwakilan dari sekolah SD dan SMP bisa hadir.”Insya Allah waktu dan tempatnya akan kami susun sebelum diinformasikan ke sekolah,” ujar Fachruddin Palapa.(war)
BKM-Disdik Gelar Workshop Sekolah Ramah Anak
