MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah berencana mendesain ulang (re-design) dua program prioritasnya yakni rest area dan rumah sakit regional. Desain ulang tersebut dilakukan dengan alasan pembebasan lahan yang cukup sulit dilakukan.
Nurdin Abdullah mengatakan, tak ada yang mudah dengan masalah lahan. Rencana hibah lahan oleh pemkab juga tak kunjung dilakukan.
“Kita mau redesign. Dialihkan ke program lain yang lebih dibutuhkan masyarakat. Toilet lebih dibutuhkan,” kata Nurdin di kantor Gubernur, Senin (4/11).
Sebelumnya, rest area rencana dibangun di Kabupaten Barru dan Jeneponto. Karena persoalan lahan, anggaran Rp85 miliar terpaksa dikembalikan. Padahal lelang perencanaannya sudah rampung. Begitupun dengan rencana pembangunan RS regional di Bone dan Palopo.
Nurdin bilang toilet bintang lima juga masuk dalam program prioritasnya. Nantinya akan dibangun di setiap lokasi wisata. Ia ingin Sulsel bisa seperti negara maju lainnya. “Kita ingin (tempat) wisata seperti di negara maju. Toiletnya bersih dan nyaman. Tidak jorok,” bebernya.
Untuk uji coba akan dilakukan di kantor Gubernur Sulsel dahulu. “Mulai tahun depan kita bangun di semua lokasi wisata. Kita baru mau susun anggarannya,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PKP2, Andi Bakti Haruni, menambahkan, pihaknya masih mengusulkan untuk pengerjaan rest area tahun depan. Tapi Anggarannya menurun. Hanya Rp28 miliar. “Itu untuk fisik 2 unit. Lokasinya masih sama, Jeneponto dan Barru,” ujar Bakti.
Ia bilang, pihaknya belum tahu menahu soal rencana redesign oleh Gubernur. “Bappeda yang tahu konsepnya. Tapi kami akan selalu ikut kebijakan pimpinan,” sebutnya. (rhm)
Dua Program Prioritas NA Didesain Ulang
