Site icon Berita Kota Makassar

Masjid Kubah 99 Terhambat Audit

MAKASSAR, BKM — Penggunaan Masjid 99 Kubah yang berlokasi di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI) hingga saat ini belum jelas. Masjid megah ini masih terhambat audit konstruksi.

Padahal pembangunan fisiknya sudah nyaris rampung dan sudah bisa digunakan untuk beribadah.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) membenarkan jika ia meminta untuk dilakukan audit lebih dulu sebelum dilanjutkan.
Audit itu untuk memperjelas batasan yang menjadi tanggung jawab pemerintahan sebelumnya yakni era Syahrul Yasin Limpo ke era NA.
Proses audit sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Sebelumnya, audit anggaran sudah dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil auditnya merekomendasikan agar dilakukan audit konstruksi terhadap proyek tersebut.
Namun sayang, audit konstruksi belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.
Kepala Inspektorat Sulsel, M Salim AR, mengatakan, pihaknya menganggarkan audit fisik konstruksi tahun 2020 mendatang.
“Anggaran kami terbatas. Jadi audit konstruksi baru bisa dilaksanakan tahun depan,” ungkap Salim, Senin (4/11).
Dia menambahkan, untuk audit Masjid 99 Kubah, dibutuhkan anggaran berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
9″Mudah-mudahan awal tahun depan. Januari-Februari kita sudah masuk, nanti akan kita tindaklanjuti semua. Nanti kita anggarkan dulu. Saya masih hitung-hitung,” jelasnya.
Dia melanjutkan, untuk audit fisik, pihaknya akan menggandeng tim teknis dari Unhas. Sama ketika Stadion Barombong diaudit.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah mengklaim Masjid 99 Kubah sudah bisa difungsikan tahun depannya. “Bisa, kalau digunakan sih bisa. Tapi harus diaudit dulu,” katanya.
Masjid yang dibangun pada 1 Juni 2017 itu sudah pernah ditinjau Gubernur NA di awal-awal dirinya menjabat.
“Masjid baru akan dioperasikan setelah seluruh pekerjaan benar-benar rampung.
Lebih bagus itu selesai semua baru digunakan,”kata Nurdin.
Selain itu, Nurdin juga menyebut penyelesaian proyek peninggalan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang itu masih membutuhkan anggaran besar hingga Rp120 miliar. Anggaran itu untuk penataan hingga pembangunan menara. (rhm)

Exit mobile version