MALILI, BKM — Kabupaten Luwu Timur menampilkan aneka pakaian adat sebagai simbol kemajemukan budaya pada Karnawal Seni dan Budaya yang digelar Pemprov Sulsel dalam rangka Sulsel Expo Tahun 2019 baru-baru ini.
Peserta karnaval Luwu Timur sebanyak 612 orang menampilkan dan memperkenalkan aneka busana adat dari berbagai suku yang ada di Lutim, kostum menarik dan unik dari daur ulang sampah.
Sepanjang jalan, barisan karnaval budaya asal Lutim diiringi gamelan baleganjur Sanggar Seni Karya Muditha Kecamatan Malili.
Karnaval budaya yang diikuti 47 kontingen dengan 3 ribu lebih peserta yang terdiri dari Perwakilan Kabupaten/Kota, OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, serta perwakilan BUMN/BUMD, dilepas Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, di depan rumah jabatan Gubernur.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta dalam menyiapkan dan keragaman budaya dalam karnaval ini. Ia berharap kegiatan seperti ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat tentang keberagaman budaya.
“Saya berharap kegiatan karnaval ini bisa menjadi agenda tahunan disetiap pelaksanaan Expo Sulsel ditahun-tahun mendatang, karena melalui kegiatan ini, daerah-daerah dapat menunjukkan keragaman budaya yang ada dan menampilkan ciri khas yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Gubernur.
Sementara Bupati Lutim HM Thoriq Husler menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada perwakilan Lutim yang turut ambil bagian pada pelaksanaan karnaval budaya ini.
Ia merasa bangga atas penampilan kostum para peserta dengan balutan busana adat dengan ciri khas masing-masing daerah.
“Balutan pakaian adat berbeda yang dikenakan masing-masing peserta ini menggambarkan keberagaman suku dan etnis di Kabupaten Luwu Timur, bisa dikatakan hampir semua suku ada di Luwu Timur,” jelas Husler.(rls)