Site icon Berita Kota Makassar

Pensiun Juni 2020, Salim Jadi Inspektur Inspektorat

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat Sulsel, M Salim AR dipastikan akan menjadi pejabat definitif di instansi tersebut. Gubernur HM Nurdin Abdullah mengatakan, sesuai permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), posisi Inspektur Inspektorat harus segera didefinitifkan.
“Iya, itu permintaan KPK supaya didefinitifkan segera. Kita akan definitifkan (Salim AR),” ungkap Nurdin, Selasa (5/11).
Soal kapan Salim yang saat ini menjabat staf ahli itu akan dilantik, gubernur mengatakan secepatnya. “Secepatnya akan kami lantik. Sudah saya tanda tangani SKnya. Bisa saja dalam pekan ini,” ungkapnya.
Informasi yang beredar di Pemprov Sulsel, sedianya Salim dilantik pada Senin lalu. Namun batal dilaksanakan karena satu dan lain hal. Karena itu, Pemprov Sulsel kembali mengagendakan pelantikan hari ini, Rabu (6/11).
Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Salim sebenarnya sudah akan memasuki masa purnabakti atau pensiun pada Juni 2020 mendatang. Artinya, jika dia dilantik sebagai pejabat definitif, maka hanya akan memimpin Inspektorat selama enam bulan.
Namun, Gubernur Nurdin Abdullah menampik hal itu. Mantan bupati Bantaeng dua periode tersebut, mengemukakan bahwa Salim masih memiliki masa tugas selama dua tahun.
“Siapa yang bilang (akan pensiun)? Belum. Masih ada dua tahun dia,” ungkapnya.
Dia menilai jika Salim AR merupakan sosok yang tepat memimpin Inspektorat Sulsel. “Dia kan sudah teruji. Dikasih kesempatan menjadi pelaksana tugas, dengan KPK juga klop,” tandasnya.
Ditandatanginya SK Salim AR sebagai Inspektur Inspektorat, mematahkan statemen gubernur sebelumnya yang mengatakan, mempersiapkan orang dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai calon.
Sebelumnya, kepada media, NA mengatakan akan mengusulkan orang-orang yang punya pengalaman, latar belakang dalam bidang pemeriksaan dan pengawasan.
Malah, secara terang-terangan, dia mengatakan ada tiga nama di BPKP yang dibidiknya. Satu berasal dari Batak, sementara dua lainnya dari Selayar.
Selain itu, penunjukan Salim juga agak melenceng dari aturan yang ada. Karena ada kriteria khusus yang harus dipenuhi calon inspektur definitif terkait bidang tugas pengawasan daerah.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, mengatakan dirinya belum menerima informasi terkait jadwal pelantikan Salim AR sebagai pejabat definitif Inspektur Inspektorat.
Namun, dia mengakui jika saat ini Pemprov Sulsel sementara menyusun rencana pengisiam jabatan yang lowong di Pemprov Sulsel. Baik itu melalui pergeseran, maupun lelang jabatan.
Sekarang ini, ada sekitar 12 jabatan lowong di lingkup Pemrov Sulsel yang diisi pelaksana tugas (plt). Yakni Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Pendidikan, Biro Pembangunan, Dinas Sosial, Biro Umum, Sekwan, Kesbang, Inspektorat, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, dan Staf Ahli Bidang Ekonomi.
Mantan Direktur Penanganan Fakir Miskin pada Kementerian Sosial itu mengatakan, jabatan yang kosong bisa diisi satu persatu melalui mutasi, atau serentak melalui biddingm
Khusus untuk seleksi terbuka atau yang populer disebut lelang jabatan, menurut Hayat, Pemprov Sulsel akan membuka job fit November ini. Namun, berdasarkan informasi, rencana lelang jabatan masih terkendala restu Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (rhm/rus)

Exit mobile version