Site icon Berita Kota Makassar

Sarjana Keperawatan Plt Karo Pembangunan

MAKASSAR, BKM — Pelantikan yang mengundang sejumlah tanda tanya kembali bergulir di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Ada beberapa alasan sehingga mutasi kali ini memantik reaksi.
Dua pejabat eselon II dan dua pejabat eselon III diambil sumpahnya dalam sebuah ruangan sempit di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rabu (6/11). Selain itu, ada pula yang ditempatkan pada jabatan tertentu jauh berbeda dari latar belakang pendidikannya. Sekretaris Provinsi Abd Hayat Gani yang melantik mereka.
Jika merunut pada proses serupa sebelumnya, pelantikan biasanya dilaksanakan di ruangan yang lebih lapang. Seperti di ruang pola atau rapat pimpinan. Sehingga bisa disaksikan oleh orang banyak dan pejabat lainnya.
Mereka yang dilantik di ruang kerja kepala BKD adalah M Salim AR. Ia menduduki posisi inspektur Inspektorat yang definitif. Salim sebelumnya merupakan staf ahli sekaligus pelaksana tugas (plt) inspektur.
Pejabat eselon II lainnya yang dilantik adalah Andi Arwin Azis. Ia diserahi amanah sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulsel. Arwin sebelumnya menjabat kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel. Mantan kepala Biro Umum dan Perlengkapan itu menggantikan posisi Sri Endang Sukarsih. Sri sendiri ‘diparkir’ sebagai Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Sementara pejabat eselon III yang dilantik adalah Haikal. Ia menduduki posisi sebagai kepala Bidang Sungai dan Jembatan pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air. Haikal sebelumnya sebagai pelaksana tugas (plt) Kepala Biro Pembangunan.
Posisinya sebagai plt digantikan oleh Sari Pudjiastuti. Pada saat bersamaan, Sari juga dilantik sebagai kepala Bagian Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setda Sulsel.
Yang mengundang tanda tanya, Sari selaku Plt Kepala Biro Pembangunan memiliki latar belakang pendidikan sarjana keperawatan. Itu bertolak belakang dengan tupoksi biro yang dipimpinnya, yang mengurusi persoalan tender proyek.
Sebenarnya, SK untuk posisi para pejabat yang dilantik kemarin sudah ditandatangani per 31 Oktober lalu, namun baru sepekan kemudian dilaksanakan pelantikannya.
Pelantikan yang berlangsung di ruang kerja Asri Syahrun Said, hanya dihadiri dua kepala OPD. Itu pun karena mereka bertindak sebagai saksi. Keduanya adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Denny Irawan, serta Kasatpol PP Mudjiono.
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, berdalih pelantikan bisa dilakukan di mana saja. Termasuk di ruang kepala BKD.
“Ini inovasi. Tidak ada pertimbangan khusus. Tadinya mau di ruangan saya, tapi saya bilang yang lain lagi deh. Sesuai dengan kebutuhan. Jadi jangan diartikan bahwa di ruangannya BKD sendiri karena ada tujuan tertentu. Tidak ada itu,” ujarnya.
Setelah dua pejabat eselon II tersebut dilantik, maka posisi kepala BPKD saat ini kosong. Sekprov mengatakan, hingga saat ini (kemarin) pihaknya belum menerima SK dari gubernur, siapa yang akan mengisi posisi plt di sana.
Untuk sementara, ditunjuk pelaksana harian (Plh), yakni Sekretaris BPKD Djunaidi. Dia merupakan pejabat ‘impor’ dari Bantaeng yang ikut pindah ke Pemprov Sulsel saat mantan Nurdin Abdullah menjabat sebagai gubernur.
Informasi yang beredar, Djunaidi akan menjabat sebagai plt dan dipersiapkan sebagai kepala BPKD secara definitif.
Sekprov Abdul Hayat mengatakan, walaupun Arwin diganti di saat perencanaan APBD 2020, namun tidak akan memberi dampak terlalu signifikan dalam proses.
Soal penempatan Arwin di Dispora, menurut Abdul Hayat, karena para pejabat juga butuh penyegaran. Arwin dianggap sosok yang tepat di posisi itu.
Sementara terkait Salim yang dilantik enam bulan menjelang masa purna bakti, sekprov membantahnya.
“Sudah dicek baik-baikkah? Kalau tidak salah, kalau dia lahir September masih ada 11 bulan. Masih panjang. Masih bisa terjadi banyak kebijakan. Apalagi kebijakan sekarang kan dinamis,” tandasnya.
Kepala Dispora yang baru, Arwin Azis mengaku dirinya mendapat undangan untuk pelantikan pada malam hari sebelumnya.
“Saya sudah tahu kalau akan dimutasi pada Selasa malam. Ada pesan yang masuk,” ujarnya singkat.
Sementara mantan Kadispora Sri Endang Sukarsih mengaku baru dihubungi Rabu pagi untuk menghadiri pelantikan tersebut.
“Saya baru dihubungi dan baru tahu tadi pagi (Rabu) kalau akan dimutasi,” tandasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version