Site icon Berita Kota Makassar

Loket CS Sriwijaya Air Kembali Beroperasi

MAROS,BKM — Insiden pengrusakan fasilitas yang dilakukan oknum penumpang di loket Customer Service Sriwijaya Air di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kini aktivitas pelayanan di bandara kembali normal, Sabtu (9/11).
Fasilitas yang sempat rusak pun telah dibenahi kembali pengelola bandara dan aktivitas pelayanan di loket Customer Service (CS) Sriwijaya Air tampak kembali beroperasi. Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sutryanto, mengungkapkan, kondisi bandara sudah kembali kondusif.
”Sekarang sudah normal. Pelayanan seluruh penumpang Sriwijaya juga sudah sesuai,” katanya.
Sedangkan fasilitas yang telah dirusak oknum penumpang, kata dia, juga sementara diganti. Namun masih ditutup. Karena kacanya harus diganti dan dipesan ulang. ”Besok kemungkinan baru dipasang. Infonya, oknum tersebut bersedia mengganti kerusakan akibat ulahnya tersebut,” katanya.
Tak hanya siap mengganti, kata dia, oknum penumpang yang merusak, juga sepakat berdamai dengan pihak Sriwijaya Air, dan Angkasa Pura 1 selaku pengelola bandara. Olehnya itu ia mengimbau bagi pengguna Bandara untuk tidak merusak fasilitas, ketika penerbangan mengalami delay ataupun cancel.
Menurutnya delay ataupun cancel penerbangan bisa saja terjadi dalam setiap airline atau penerbangan. Namun setiap airlines punya mekanisme tersendiri, untuk menangani persoalan itu.
”Kami sudah ingatkan kepada seluruh penumpang, agar tetap tenang karena semuanya butuh proses,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, jika petugas butuh waktu tambahan untuk melakukan pendataan. ”Nah, kami ingatkan agar penumpang memahami itu. Petugas butuh waktu untuk pesan hotel, dialihkan atau menyiapakan uang untuk refund ke penumpangnya,” imbaunya.
Dia berharap hal semacam ini bisa dipahami semua penumpang. ”Jadi kami dari pengelola bandara, selalu berusaha memediasi, agar seluruh pengguna jasa bisa terlayani dengan baik. Jangan sampai kekecewaan tersebut dilampiaskan dengan merusak fasilitas bandara, yang bisa merugikan diri sendiri,” jelasnya.
Diketahui, pada Jumat, 8 November sekitar empat orang penumpang tujuan Makassar-Ternate melakukan perusakan setelah kesal tak adanya kejelasan mengenai pemberangkatannya. Sejumlah fasilitas milik Angkasa Pura dan Sriwijaya pun rusak akibat oknum penumpang yang mengamuk. (ari/mir/c) 

Exit mobile version