MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel mengusulkan dua nama tokoh Sulsel yang dinilainya punya jasa besar terhadap daerah dan negara diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Dua nama tersebut adalah almarhum Jenderal (Purn) M Yusuf dan Andi Makkasau.
Melalui Dinas Sosial, Pemerintah Provinsi Sulsel mengajukan ke Kementerian Sosial dengan harapan di Hari Pahlawan 10 November 2019, Presiden Joko Widodo sudah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada kedua tokoh tersebut.
Namun sayang, tahun ini, Jokowi hanya memberikan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh. Diantaranya Alexander Andrie (AA) Maramis, KH Masykur, Prof M Sardjito, Ruhana Kudus, Sultan Himayatuddin (Sultan Buton), dan Abdoel Kahar Moezakir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Imran Jausy saat dihubungi, Minggu (10/11) mengakui, jika tahun ini, usulan untuk menjadikan almarhum Jenderal M Yusuf dan Andi Makkasau belum dikabulkan.
Namun, dia mengatakan masyarakat Sulsel tidak perlu bersedih karena usulan tersebut masih terus berproses.
“Ini persoalan waktu ji. Kan usulan itu bakal terus berproses. Mungkin masih ada yang perlu dilengkapi dan sebagainya,” ungkap Imran.
Sebenarnya, semua tahapan atau proses untuk pengajuan nama almarhum Jenderal Yusuf sebagai pahlawan nasional sudah dipenuhi.
Diawali dari seminar yang membahas terkait sosok almarhum. Itu sudah dilakukan sejak 2012 dan 2014 silam . Seminar dilakukan dengan melibatkan
para sejarahwan dan budayawan yang mengkaji dari berbagai aspek apakah memang Jenderal M Jusuf bisa menyandang gelar pahlawan nasional.
Usulan itu juga sudah dikaji oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah yang terdiri dari akademisi, praktisi, pakar, budayawan, sejarahwan, dan pihak berkompeten lainnya.
Selanjutnya, kembali dikaji oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat.
Sementara itu, memperingati Hari Pahlawan, Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah menjadi inspektur upacara (Irup) di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Minggu, (10/11).
Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan amanat upacara dengan peringatan Hari Pahlawan diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. The Founding Father Indonesia Bung Karno yang mengatakan bahwa “Hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” sebutnya.
Gubernur menyampaikan banyak makna yang bisa dipetik dari perayaan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun. Salah satunya dengan mengisi kemerdekaan.
“Sangat jelas pesan-pesan pahlawan kita, mulai dari Bung Karno, terus Pattimura, Jenderal Sudirman, itu kita rasakan. Bahwa meraih kemerdekaan dan mengusir penjajah itu, katanya jauh lebih mudah dibanding tantangan generasi mendatang,” kata Nurdin Abdullah.
Tantangan yang dimaksud adalah musuh yang datang saudara sendiri. Untuk itu, maka bangsa Indonesia harus memperkuat dengan menjadikan saudara sebangsa se-tanah air menjadi kekuatan bersama.
“Saya kira ini pesan moral yang harus kita maknai lebih luas, bahwa para pahlawan sudah meraih kemerdekaan ini, tentu mari kita mengisi kemerdekaan ini,” sebutnya.
Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum membangkitkan semangat berinovasi bagi bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”.
Nurdin melanjutkan, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh semua warga dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoaks, ataupun dengan tidak melakukan perbuatan anarkis.
Ia menuturkan, Peringatan Hari Pahlawan ini juga dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat. Langkah yang bisa dilakukan dengan menjadikan diri sebagai pahlawan masa kini.
“Maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi, untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Upacara ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat dan juga jajaran Forkopimda Sulsel di antaranya, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Danlatamal VI Makassar Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas beserta sekitar 300 undangan lainnya. (rhm)
