Site icon Berita Kota Makassar

”Semata-mata karena Saya Kasihan”

PIINRANG, BKM — Video aksi heroik Kapolsek Cempa, Polres Pinrang, Iptu Akbar kini viral. Ia rela bersimpuh di tanah memohon belas kasihan dari massa saat berlangsungnya aksi demostrasi ratusan warga di lokasi tambang pasir Desa Salipolo, Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang, Selasa (5/11) lalu.
Apa yang dilakukannya menuai simpati dari warga Pinrang. Sebab sarat dengan unsur kemanusiaan.
Kala itu, Akbar berusaha menyelamatkan nyawa seorang pekerja tambang galian C milik PT ASR. Korban tampak terluka dan tak berdaya di sela-sela pohon pisang. Meski begitu, massa tetap hendak menghakiminya.
”Semua saya lakukan semata-mata karena tidak tegas korban jadi sasaran amukan massa. Saya langsung memohon kepada massa untuk tidak lagi menganiaya korban karena terluka,” ujar Iptu Akbar melalui telepon selular, Minggu (10/11).
Usaha Akbar berbuah hasil. Korban bernama Zainuddin alias Salihuddin (50) bisa diselamatkan.
”Lillahi taala, saya benar-benar kasihan. Saya tidak tahu kalau ada yang videokan dan viral. Saya melihat korban seperti keluargaku. Spontan saya memelas mohon ampun,” ucapnya.
Muhammad Nur, seorang tokoh pemuda Pinrang mengapresiasi apa yang dilakukan Iptu Akbar. ”Kami salut dengan tindakan beliau. Demi menyelamatkan nyawa seorang pekerja tambang yang tak berdaya, Pak Kapolsek rela bersimpuh memohon belas kasihan. Perbuatan seperti inilah yang perlu mendapatkan atensi dan penghargaan dari pimpinan polri,” ujar salah satu wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Pinrang ini.
Hal senada dilontarkan Agustinus Minggu, seorang warga Pinrang lainnya. “Saya sudah menonton langsung videonya. Sebagai Pinrang, saya bangga memiliki seorang kapolsek seperti beliau. Pak Kapolsek rela menanggalkan pangkat dan jabatannya, serta mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan nyawa seseorang yang sudah tak berdaya dari amuk massa. Ini aksi kemanusiaan yang luar biasa,” sebut Agustinus yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pinrang.
Rasa simpati juga disampaikan Muchsin Jack. Tokoh pemuda dan seorang aktivis di Kabupaten Pinrang menyebutkan, aksi kapolsek tersebut sangat rawan dan bisa mengancam nyawanya sendiri.
“Beliau mempertaruhkan nyawanya sendiri demi memyelamatkan nyawa orang lain. Sudah sering kita tonton, aparat terkadang menjadi incaran amuk massa saat ada aksi demonstrasi. Ini kejadian langka, di mana seorang aparat rela bersimpuh memohon di tengah amuk massa demi menyelamatkan nyawa seseorang,” ujar Muchsin Jack.
(ady/rus/c)

Exit mobile version