Site icon Berita Kota Makassar

Sudah Kantongi Uang Puluhan Juta Setiap Bulan

MEMANFAATKAN media blog dan kerjaanya sebagai arsitek ternyata bisa menghasilkan tulisan yang orisinil dan menjadi sumber penghasilan jika digeluti dengan baik. Begitu yang kini dijalani Suryani Palamui.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Tidak banyak perempuan atau mahasiswa yang bisa meraih kesuksesan seperti dirinya.
Menurut perempuan berkulit sawo matang ini, kunci kesuksesannya kini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan para pesaingnya diluar sana. Namun siapa sangka penghasilan dari Blog, Website dan studio arsiteknya, Yani mampu mengumpulkan omset puluhan juta dalam sebulan.
“Saya menangani biasanya klien yang berbeda jika perorangan itu untungnya Rp30 juta. Jika Perusahaan baisanya main di ratusan juta karena pengerjaanya tidak hanya desain, tapi juga promosi dan website. Semua ditentukan dari kliennya siapa,” ungkapnya kepada penulis.
Jika ingin melihat salah satu anak muda yang aktif yang sukses di bidangnya, mungkin kita bisa menilik pada gadis yang satu ini. Yani walaupun dalam tahap proses menyelesaikan kuliah, dirinya sudah berani terdepan dibanding teman-teman dan lainnya, karena kuncinya ingin membahagiakan keluarga, utamanya orang tua.
Gelar bukanlah sebatas nama untuk melegalkan keahliannya di bidang arsitektur. Yani gigih dalam mengembangkan minatnya di bidang ini. Hal tersebut dibuktikan dengan mengikuti Surbana Urban Planning Group di Singapura, Massimiliano Fuksas Architects jepang dan negara Tiongkok.
“Arsitektur sendiri bisa menjadi agent of future, kita hidup memang tak selalu mulus. Tapi keputusan untuk menjadi sukses sudah pasti kita sendiri yang tentukan. Down itu terjadi mungkin karena kita mengerjakan sesuatu dalam waktu lama dan gak berhasil-berhasil,” jelasnya.
Kini dirinya tidak hanya berkutat di bidangnya saja saat ini, akan tetapi membuat buku untuk menginspirasi banyak kalangan anak muda, tidak hanya lewat blognya tetapi sesutu yang bisa diabadikan lewat tulisan nyata.
“Harapannya sekarang bisa lebih berbuat banyak lagi untuk banyak orang. Sekarang saya juga garap buku tentang blog saya dari tahun 2013, saya ingin lebih banyak terinspirasi lewat buku saya yang ternyata itu bisa menghasilkan juga,” tutupnya.
Perempuan yang lahir di Ampana, Sulawesi Tengah 20 Juli 1997 ini-pun mengaku, sangat senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan blog, kreatifitas, dan pengembangan dirinya bisa ia eksplore. Jika disandingkan dengan studio arsitekturnya tentu tidak sebanding, sebab keuntungannya, ia dapatkan lewat desain.
“Kita juga bisa cek Achievements saya, disitu banyak saya eksplore. Sejak tahun 2013, saya sering sebagai pembicara di workshop tentang blog media sosial, desain, kreatifitas, motivasi/ pengembangan diri, dan pengalaman receh saya. Saya ingin berbagi ilmu usaha saya ke para generasi saat ini agar mereka berusaha kreatif dan persona,” ujarnya.
Walaupun diakuinya ia tidak mudah membesarkan usahanya, tapi Yani tetap ingin membangun studio arsitekturnya lebih besar lagi. Apalagi, dengan modal sendiri selama tiga tahun dirinya banting tulang mendirikan studionya.
“Saya nabung, lumayan kan tiap event bloger, jadi itu saya dapat Rp500 ribu sampai Rp2 Juta. Saya juga dulu belajar otodidak, jadi semua usaha saya itu saya pelajari ootodidak mulai belajar desain blog, website, media dan rumah. Nanti tahun selanjutnya saya sudah mulaui rasakan kemudahan,” katanya.
Selain itu, dirinya harus pintar atur waktu antara kuliah dan pekerjaanya, sempat diprotes orangtua makanan keseharian Yani. “Sudah sering, banget malahan. Kan kalau ada event itu biasanya dadakan. Terus ada kuliah saya harus pilih, kalau saya abaikan kuliah, mama itu ngomelin terus. Yah kesini sini sudah mulai enak lah saya aturnya dan orangtua juga sudah dukung juga,” tuturnya. (*)

Exit mobile version