Site icon Berita Kota Makassar

Gizi Buruk di Makassar Capai 5,14 Persen

MAKASSAR, BKM–Stunting atau gizi buruk menjadi perhatian pemerintah pusat saat ini, terlebih di masa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Pemerintah fokus menurunkan jumlah kasus tersebut secara integrasi dengan lintas sektor di seluruh daerah termasuk di Makassar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, mengatakan, stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak pada anak.
“Stunting dapat terjadi dalam 1.000 pertama kelahiran yang dipengaruhi banyak faktor seperti sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, status gizi ibu dan lingkungan,” kata Naisyah.
Dikatakan Naisyah, stunting di Kota Makassar mencapai 5,14 persen. Itupun sebagai angka capaian pemerintah dalam menurunkan stunting.
Jika dibandingkan dengan angka nasional yang baru saja turun dari 37 ke 27 persen Kota Makassar dikatakan Naisyah cukup kecil.
“Itu 5,14 persen stunting di Makassar angka capaian kita di 2019, jadi kita cukup rendah dibanding angka nasional 37 persen yang baru saja turun ke 27 persen,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut Naisyah, di Makassar tidak boleh terjadi hal seperti itu, karena di Makassar merupakan lumbung ikan, dan banyak orang hoby makan ikan. Sementara Ikan memiliki proteinnya tinggi.
Sementara kasus stunting tertinggi terjadi pada saat ibu memasuki masa kehamilan. Dimana ibu hamil ketika di masa mengandung memiliki gizi yang cukup maka akan melahirkan anak sehat.
“Kalau ibu hamil memiliki gizi yang cukup maka dia akan melahirkan anak yang sehat, karena penyebab stunting saat anak lahir dengan berat badan rendah. Padahal kalau mau dipikir belum lahir sudah gizi buruk, na belum makan, itu karena ada anak lahir beratnya cuma 1 Kg,” ungkapnya.
Naisyah, menambahkan, persoalan berat badan anak ketika lahir jangan di anggap remeh, pasalnya salah satu penyebab stunting karena berat badan rendah
“Inilah penyebabnya banyak stunting, dalam lima tahun di Makassar terjadi penurunan yang signifikan, karena secara nasional saja sampai 10 persen penurunannnya apalagi dimakassar,” pungkasnya.(nug)

Exit mobile version