JENEPONTO, BKM — Ratusan massa calon kepala desa (Cakades) Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, nomor urut 2, Amiruddin Lewa, melakukan aksi unjukrasa. Aksi ini berakhir bentrok antara massa pengunjukrasa dengan petugas Polres Jeneponto.
Kericuhan ini dipicu lantaran pengunjuk rasa melempar telur busuk kepada petugas Polres Jeneponto. Mereka juga sempat mengeluarkan kata kasar kepada petugas keamanan. Sehingga hal inilah yang memicu dan memancing emosi aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada pengunjukrasa massa Cakades Kalimporo.
Salah seorang pengunjukrasa yang diduga pemicu terjadinya bentrok antara petugas kepolisian diamankan petugas ke dalam kantor Dinas PMD Jeneponto, Jalan Abd Jalil Sikki, Rabu (13/11).
Jenderal lapangan aksi demo, Edy Subarga, menegaskan, jika terbukti panitia tidak netral maka ia menolak orang tersebut diloloskan sebagai panitia. Otomatis hasil pemilihan desa itu juga salah. Maka seharusnya dilakukan pemilihan atau pemungutan suara ulang di Desa Kalimporo.
Ia juga meminta bupati Jeneponto melaksanakan Perbup Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pilkades serentak. Yaitu melakukan penghitungan ulang apabila terdapat kecurangan jelas.
Selain melakukan aksi demo di dinas PMD, massa juga mendatangi kantor DPRD Jeneponto. Di tempat itu, demonstran diterima Wakil Ketua DPRD Jeneponto dari Fraksi Golkar, Irmawati, Ketua Komisi I, Islam Iskandar, Wakil Ketua Komisi I, Samsul Kamal, dan sejumlah anggota DPRD Jeneponto. (krk/mir/c)
Pengunjukrasa Lempari Polisi Telur Busuk
