Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Mahasiswa UMI Tersangka, Delapan DPO

MAKASSAR, BKM — Penyidik Polrestabes Makassar menetapkan tiga orang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai tersangka. Mereka berasal dari Fakultas Teknik Industri. Masing-masing berinisial Yusri (19), Indra Ruspandi (20), dan Syahrul (20).
Sementara delapan orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Seorang pria berinisial L yang berperan mengumpulkan komplotannya masih dalam pengejaran.
Wakapolda Sulsel Brigadir Jenderal (Brigjen) Adnas, menjelaskan satu dari tiga orang tersangka merupakan eksekutor. Dia yang bertindak menusuk korban. Sementara dua rekannya turut serta.
”Korban meninggal dunia dalam pembunuhan berencana,” ujar perwira bintang satu ini dalam rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, kemarin.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus penganiayaan yang berujung kematian itu. Ada yang memukuli korban menggunakan balok. Ada juga yang membawa badik.
”Ada enam yang diamankan. Penyidik masih mendalami perannya. Masih akan dilakukan pengembangan. Sementara ini ada delapan orang berstatus DPO. Kalau lelaki Yusri, dia yang membawa badik dan juga menikam korban,” jelas Indratmoko.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 170 karena berbuat kekerasan terhadap orang secara bersama-sama. Untuk sang eksekutor, dikenakan pasal berlapis. Yakni pasal 338 tentang pembunuhan. Kemudian pasal 351 ayat 1 yang mengakibatkan luka, serta ayat 3 mengakibatkan meninggal dunia. ”Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas Indratmoko.
Wakapolda Brigjen Adnas, mengaku telah mengambil langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya bentrokan susulan di dalam kampus.
“Kami harap mahasiswa untuk tidak terprovokasi. Kasusnya sudah dalam penanganan petugas kepolisian. Pelakunya akan diproses hukum berdasarkan perbuatannya. Penyidik akan melihat peran mereka masing-masing,” jelasnya.
Adnas juga menekankan agar kasus ini jangan sampai membawa-bawa daerah. “Kami tidak ingin kasus ini membawa-bawa nama daerah. Sebab Sulsel ini aman-aman saja. Saya sudah ke kampus UMI dan berkoordinasi dengan rektor. Sudah ditempuh langkah-langkah pencegahan,” terangnya. (ish/rus)

Exit mobile version