Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Gowa Gandeng QAI

GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa resmi mencanangkan program satu hafidz satu desa dalam rangka pembentukan generasi penghafal Al Quran. Hal ini dibuktikan melalui kesepakatan kerjasama antara Pemkab Gowa dengan Quantum Akhyar Institute (QAI).
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dengan Direktur Quantum Akhyar Institute, Ustadz H Adi Hidayat, di sela-sela tabligh akbar dalam rangka Hari Jadi Gowa ke-699 di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (16/11).
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan, program satu hafidz satu desa ini untuk membentuk para penghafal Al Quran yang dimasa depan diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Program satu hafidz satu desa ini akan mulai digalakkan pada 2020 mendatang dengan total peserta sekitar 843 orang dengan mewakili seluruh desa/kelurahan yang ada di kecamatan se-Kabupaten Gowa.
”Kita target pada 2020 mendatang Pemkab Gowa sudah dapat menghadirkan pada penghafal Al Quran di setiap desa dan kelurahan di seluruh wilayah di Kabupaten Gowa. Olehnya, di kesempatan ini sebagai proses awal untuk kita menuju perencanaan yang diharapkan,” kata Adnan.
Program pembentukan penghafal Al Quran ini akan dikerjasamakan selama lima tahun. Harapannya, seluruh peserta yang diajar dapat terbentuk sebagai generasi penghafal Al Quran yang dapat mengimplementasikan segala ilmunya untuk masyarakat dan pemerintah.
Ia mengungkapkan, pada 2020 mendatang ada tiga program yang akan dilaksanakan yaitu pertama, kedepan melalui anggaran dana desa/kelurahan, pihak desa/kelurahan harus bisa menganggarkan untuk pembentukan satu penghafal Alquran. Kedua, Pemkab Gowa pada anggaran 2020 telah menyiapkan anggaran untuk membentuk imam desa, imam dusun dan kelurahan sebagai imam penghafal Alquran dan ketiga, program ini adalah program jangka panjang yang mana seluruh guru agama di wilayah Kabupaten Gowa baik lingkup SD dan SMP akan dibentuk menjadi guru agama penghafal Alquran.
”Sekolah juga kita harapkan bisa menciptakan kelas ekstrakurikuler untuk mencetak para penghafal Al Quran. Kami sangat memohon dukungan untuk mendukung program-program yang akan kami lakukan,” harap Bupati Adnan.
Tak hanya itu, ditahun mendatang Pemkab Gowa juga akan membentuk rumah hafidz di Kecamatan Bajeng. Dengan upaya-upaya ini DIharapkan keberkahan dapat turun di Kabupaten Gowa.
Sementara Ustadz Adi Hidayat dalam kesempatan tersebut membahas terkait keutamaan menjaga iman. ”Jika iman melekat pada diri kita dengan melekatkan Allah SWT pada diri kita, maka siapapun kita, bagaimana pun kita, mulai dari status pekerjaan, sosial dan ekonomi, Allah akan memberikan kelapangan dada dan menjadikan nikmat senikmat-nikmatnya,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Sebaliknya, jika iman tidak ada pada diri orang mukmin, maka apapun jabatan yang dipegang, bagaimana pun kelimpahan harta yang diberikan, dan nikmat dunia lainnya yang diberikan Allah SWT maka hati tidak akan pernah merasa nikmat dan puas. (sar/mir)

Exit mobile version