SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap, H Dollah Mando (DM) meninjau pemantauan proyek Balai Besar Pompengen Jeneberang yang dinilai bersmasalah karena telah terjadi keretakan. DM juga membantah aktivitasnya meninjau proyek sebagai bentuk pencitraan.
“Saya memandang perlu menjelaskan semua itu. Maksudnya, agar apa yang saya lakukan tidak dinilai yang aneh-aneh,” ujar DM Senin, (18/11) merespon adanya penilaian miring terhadap dirinya yang akhir-akhir ini.
Ada dua alasan mengapa rajin melakukan pemantauan pembangunan fisik di lapangan. Untuk mengetahui sejauh mana progres pekerjaan fisik apakah sudah sesuai dengan waktu pekerjaan yang tertera dalam perjanjian kontrak atau belum.
Untuk memaksimalkan penyerapan anggaran setiap Oorganisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan pekerjaan fisik.
“Jadi, sekali lagi, apa yang saya lakukan akhir-akhir ini bukan pencitraan, tapi bagian dari dari tanggung jawab saya sebagai kepala pemerintahan,” jelas Dollah.
Pemimpin yang baik, adalah yang rajin memonitoring kegiatan pembangunan yang berlangsung di daerahnya. Dia bisa mengetahui secara langsung apakah pekerjaan fisik yang tengah berlangsung sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak.
“Itulah saya. Saya tidak mau nanti ada masalah baru sibuk di belakang. Bagaimana pun, semua itu harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat melalui DPRD nantinya,” tambahnya.Mengenai adanya proyek yang retak di Tanrutedong? DM menjelaskan proyek tersebut milik Pemprov melalui BBWS Pompengan Jeneberang. Tapi dia berjanji tetap memantau kondisi proyek dan melakukan koordinasi Pemprov.
“Untuk sementara kami fokus mengawasi pekerjaan fisik daerah yang ditangani oleh OPD teknis kami, setelah itu saya akan monitoring proyek yang lainnya,”paparnya. (ady/C)
DM Tinjau Proyek BBWS Pompengan
