PAREPARE, BKM — Selasa siang (19/11) pukul 14.55 Wita. Suasana kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare yang sebelumnya tenang, tetiba berubah gaduh.
Suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar di sekitar kantor. Para pegawai langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Ledakan tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Kaca jendela ruangan kepala Seksi Pidana Umum pecah dan berhamburan di lantai.
Selain itu, rumah dinas Kajari Amir dan Kepala Seksi Intelijen Amiruddin yang berada dalam kawasan kantor kejari, mengalami kerusakan pada bagian dapur. Plafon dan kaca jendelanya juga rusak.
Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi. Mereka langsung memasang garis polisi dan melarang siapa pun untuk mendekat. Termasuk kepada wartawan dan pegawai kejaksaan. Dikhawatirkan akan terjadi ledakan susulan.
Gusti Firmansyah, seorang pengacara yang tengah berada di Pengadilan Negeri Parepare, mengaku melihat sambaran api sesaat ketika ledakan terjadi. ”Kalau saya lihat seperti petir. Karena memang cuaca mendung dan mau hujan,” ujarnya, kemarin. PN Parepare berada tidak jauh dari kantor kejari. Letaknya bersebelahan.
Sakinah Pratiwi Aminuddin, pegawai kejari Parepare sedang duduk di ruang Kasi Pidum Aidil. Saat itulah ledakan keras terjadi, menghantam kaca jendela. Ia pun terkena pecahan kaca.
”Saya kaget saat kaca pecah akibat ledakan. Bagian belakang saya terkena pecahan kaca,” jelasnya.
Dugaan sementara, ledakan diduga karena sambaran petir. Indikasi lainnya, ledakan dipicu detonator yang ditanam di sekitar kantor rujab saat berlangsung pemusnahan barang bukti beberapa waktu lalu.
Kapolresta Parepare AKBP Budi Susanto langsung datang ke lokasi kejadian. Kepada personelnya yang lebih dulu berada di lapangan, ia meminta penjelasan terkait penyebab terjadinya ledakan.
M Anwar, salah seorang anggota Sabhara menerangkan apa yang dilihatnya di TKP. ”Ada tiga titik asap saya lihat, tapi tidak mendekat. Khawatir terjadi ledakan susulan,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah ada lubang di lokasi yang ditunjukkan, Anwar belum bisa memastikannya. Karena ia belum masuk lebih jauh.
AKBP Budi Santoso belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ledakan. Namun, ia menyesalkan jika memang betul di lokasi tersebut ada detonator yang dimusnahkan.
”Kalau detonator mau dimusnahkan, serahkan kepada brimob yang ahlinya,” kata perwira berlatar belakang Gegana Brimob ini. (smr/rus/b)
Ledakan Rusak Kantor dan Rumah Dinas Kejari
