Site icon Berita Kota Makassar

Dengan Berjualan di Online Omzet Bisa Mencapai Ratusan Ribu Perhari

DI ERA serba digital seperti sekarang ini, orang-orang sangat dipermudah untuk berkomunikasi termasuk melakoni bisnis. Hanya melalui genggaman di smartphone, pundi-pundi rupiah segera terkumpul. Hal itu sudah dibuktikan oleh Nurdiana.

Laporan: ARIF AL QADRY

Sosok perempuan kelahiran Ujung Pandang, 10 April 1995 ini membuktikan, era revolusi industri 4.0 berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini berhasil mendongkrak laba industri rumahan. Produk olahannya yang dibuat secara inovatif dipasarkan melalui media sosial (medsos) yang dibuatnya.
Adalah bakso aci dan cireng. Penganan gurih itu menjadi produk olahan yang dipasarkan melalui media sosialnya. Nama brandnya Dapur Ala Denn. Bisnis kuliner dirintis mulai Februari 2017.
Diana, begitulah orang-orang memanggilnya. Awalnya dia sama sekali tak berpikiran bisa menjalankan bisnis bakso aci dan cirengnya. Dari sekadar untuk konsumsi pribadi, lambat-laun menjadi konsumsi pasar hingga sampai sekarang ini.
“Awalnya saya cuma buat untuk konsumsi sendiri saja. Saya buat setelah dari makan di tempat bazar. Yang enak bagi saya itu cireng. Saya suka dan penasaran akhirnya beberapa hari kemudian saya cari resep di internet lalu saya buat. Hasilnya enak, orang-orang mencoba juga memuji dan menyarankan saya untuk bisnis saja, jadinya buka,” jelas Diana kepada penulis.
Beberapa minggu awal membuka usahanya itu, Diana hanya membuat beberapa bungkus saja. Meskipun di waktu itu sudah banyak permintaan, namun dia tetap masih berhati-hati.
Permintaan konsumen memesan bakso aci dan cireng olahannya cukup tinggi. Bahkan hanya sebulan saja dirinya sudah dapat mengembalikan modal kerjanya meliputi pembelian bahan sampai bungkus kemasan.
“Saya berpikir ini peluang bisnis yang baik, modal kecil, risikonya juga sudah pasti tipis dengan untung besar. Apalagikan masih banyak orang-orang yang belum bisa membuatnya,” ungkapnya.
Dalam sehari, jebolan perguruan tinggi dari STIM Nitro Makassar mampu meraih laba yang menggiurkan. Rata-ratanya Rp 400 ribu per harinya. Adapun harga cireng dan bakso aci dijualnya bervariasi. Seperti untuk cireng bumbu rujak dan cireng kuah seharga Rp 15 ribu per bungkus dengan isi 10.
Sementara hara bakso aci terbagi tiga varian, yaitu bacinal atau bakso aci original harga Rp 15 ribu, baciju atau baso aci isi keju harga Rp 18 ribu, dan bacis atau baso aci isi sosis harga Rp 18 ribu.
“Semuanya masing-masing dapat potongan 3000/bks untuk reseller yang pesan minimal 10 bungkus. Dalam seminggu saya bisa buka tiga sampai empat kali. Saya bisa dapat untung bersih Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu,” tambahnya. (*)

Exit mobile version