MAKASSAR, BKM — Tahapan penjaringan bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota Makassar terus bergulir. Sudah ada partai politik yang mulai memasuki tahapan ketiga, yakni uji kepatutan dan survei.
Sebaliknya, masih ada juga partai yang belum memasuki tahapan pertama, yakni pendaftaran. Apalagi masuk pada tahapan kedua, yaitu pengembalian formulir.
Partai Golkar kini telah memasuki tahap ketiga, yakni menggelar uji kepatutan dan kelayakan bagi balon yang telah mengembalikan formulir. Meski pada akhirnya masih ada dua balon yang tidak mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, yakni Sukriansyah S Latif dan Syarifuddin Daeng Puna.
Sementara yang telah mengikuti uji kepatutan baru lima orang, yakni Irman Yasin Limpo, Munafri Arifuddin, Mohammad Ramdan Pomanto, Haris Yasin Limpo, dan Samsu Rizal.
Adapun lima partai politik sedang menjalani tahapan kedua berupa pengembalian berkas dan kelengkapan dokumen. Kelima partai tersebut yakni Nasdem, PDIP, PAN, Hanura, dan Gerindra.
Di Partai Hanura Makassar sudah ada delapan balon wali kota yang telah mengembalikan formulir pendaftarannya melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Makassar. Sementara figur mendaftar sebagai calon wakil wali kota nihil alias tidak ada.
Mereka yang telah mengembalikan berkas atau dokumen pendaftaran adalah figur yang siap untuk bertarung di pilwali Makassar 23 September 2020. Adapun yang telah mengembalikan formulir, yakni Dr Iriyanto Andi Baso Ence (Anto), Abdul Rachmat Noer, dr Fadli Ananda, Munafri Arifuddin (Appi), Syamsu Rizal (Deng Ical), Moh Ramdhan Pomanto (Danny), Hasan Basri Ambarala, dan Sukriansyah S Latief.
“Ada delapan yang mendaftar dan mereka semua sudah mengembalikan formulir. Yang mendaftar sebagai calon wakil wali kota tidak ada. Semua mau menjadi wali kota,” sebut Ketua DPC Partai Hanura Makassar HM Yunus, Kamis (21/11).
Dengan dilaksanakannya penjaringan balon wali kota dan wawali untuk kontestasi pilwali Makassar di 2020, maka kata Yunus, tugas DPC telah rampung. Maka selanjutnya tugas tingkat dewan pimpinan pusat (DPP) yang akan menentukan.
“Berapa saja yang masuk mendaftar dan mengembalikan formulir, itulah yang kami tindak lanjuti. Karena yang menentukan nantinya adalah DPP,” tambahnya.
Adapun uji kepatutan dan kelayakan calon, lanjut Yunus, dilakukan pada tingkat DPD. Soal waktu pelaksanaan fit and proper test, sejauh ini belum dibahas.
“Tapi kemungkinannya akhir bulan depan sudah bisa dimulai fit and proper test. Karena itu kan tugasnya DPD. Kami di DPC cuma membantu hal biasanya,” jelasnya.
Partai Nasdem juga telah mengumpulkan kelengkapan berkas 17 balon wali kota dan wakil wali kota yang telah mengembalikan formulir. Masing-masing Irman Yasin Limpo, Sukriansyah S Latief, HA Bashar, Abdul Rachmat Noer, Irianto Baso Ence, dr Fadly Ananda, dr Taufiqqulhidayat Ande, Munafri Arifuddin, Haris Yasin Limpo, Muhammad Ismak, Syarifuddin Daeng Punna, Moh Ramdhan Pomanto, Mochtar Djuma, Mario David PN, drg A Rachmatika Dewi, Hasan Basri Ambarala, dan Samsu Rizal.
Partai Gerindra Makassar juga telah menutup pendaftaran. Hingga kini sudah ada 13 balon yang telah mengembalikan formulir.
Ketua DPC Gerindra Makassar Erick Horas mengemukakan, pihaknya telah menyetor nama balon ke DPD Gerindra Sulsel untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.
“Untuk tahap kedua, yakni akan digelar fit and proper test. Tahap ketiga yakni menggelar survei internal yang diturunkan secara terbuka, namun kami akan jaga kerahasiaannya,” jelas Erick.
Anggota DPRD Makassar tiga periode ini mengakui jika masih banyak yang perlu dibenahi di Makassar , khususnya di tingkat kesehatan dan pendidikan. “Saya juga menekankan jika semua proses harus dijalani. Saya terbuka bagi setiap calon untuk melakukan lobi-lobi, baik di tingkat DPC, DPD hingga DPP,” terangnya.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga telah menutup pendaftaran sejak Senin (29/10). Sejak awal penjaringan, tercatat 11 balon telah mengembalikan formulirnya.
Tiga balon, yakni Abdul Rachmat Noer, Irman Yasin Limpo, dan dr Fadli Ananda serta yang lainnya telah mengembalikan formulir di partai berlambang matahari terbit tersebut, beberapa jam sebelum penutupan.
Ketua Tim Penjaringan PAN Makassar Irwan Tahir menjelaskan, dari 11 balon wali kota Makassar, hanya Syarifuddin Dg Punna (Sadap) yang tidak mengembalikan formulir. “Hanya Pak Syarifuddin Dg Punna yang tidak kembalikan formulir,” kata Irwan.
Adapun nama balon yang telah mengembalikan formulir, yakni Mohammad Ramdhan Pomanto, Samsu Rizal MI, Munafri Arifuddin, Muh Iqbal Abdul Djalil, Abdul Rachmat Noer, Irman Yasin Limpo, Andi Bustaman, Iriyanto Andi Baso Ence, Haris Yasin Limpo, Hasan Basri Ambarala, dan dr Fadli Ananda.
Adapun Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Perindo masih membuka pendaftaran atau tahapan pertama.
Jika Partai Golkar sudah memasuki tahap ketiga, dan lima parpol sudah memasuki tahapan kedua, maka Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum membuka pendaftaran. DPC PPP Makassar bahkan belum menunjuk kader yang akan menjadi ketua tim desk pilkada untuk pilwali Makassar. (arf/rus)
Golkar Masuk Tahap Tiga, PPP Belum Jaring Balon
