Site icon Berita Kota Makassar

Gegara Asmara Gadis Desa Gantung Diri

PINRANG, BKM — Kisah tragis dialami seorang gadis SMA di Kabupaten Pinrang Ummul Kalsum (18). Dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kolom rumahnya, Kamis (21/11) sore Jalan Laborak, Desa Lero Kecamatan Suppa, Pinrang.

Ummul ditemukan sudah terbujur kaku setelah tali terlilit dilehernya. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Safri (37 tahun) ayah korban sendiri.
Serasa sesak, Safri berteriak histeris seolah tak percaya ditambah ibu korban Sahara (36 tahun) menambah suasana tegang. Sontak, lingkungan desa itu gempar seketika.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.30 Wita korban dipanggil ayahnya untuk makan siang. Korban yang tampak murung di kamarnya menuruti ajakan ayahnya makan bareng. Usai makan bersama ayah korban keluar rumah menuju ke rumah tetangga untuk membetulkan alat pancing miliknya.
Tepat pukul 16.00 Wita, Safri pulang dan mendapati korban sudah tergantung di kolong rumahnya. Safri berteriak memanggil istri dan tetangga minta membantu menurunkan korban dari tempat gantungan. Setelah diturunkan korban tidak bernyawa lagi. Korban diduga baru saja menghembuskan nafas terakhirnya beberapa saat lalu sebelum ditemukan.
Korban dinyatakan telah meninggal setelah tidak ada detak nadi lagi. Kemudian jasad korban dievakuasi dan diangkat keatas rumahnya. Pihak keluarga menghubungi aparat desa dan petugas medis, Kepolsek dan Babinsa.
Dari pengakuan keluarga korban, diduga kuat Ummul nekat bunuh diri karena asmara.
“Kayaknya begitu. Beberapa hari ini korban terlihat murung dan pendiam. Pernah cerita korban bertengkar dengan kekasihnya karena cemburu. Tapi itu hanya dugaan kami,”ujar salah seorang keluarganya yang tak dituliskan namanya.
Kaplsek Suppa, AKP Muh Yusuf Badu mengungkapkan kasus ini murni bunuh diri setelah melihat notifikasi di smartphone korban.
“Kami mengecek ponsel korban dan melihat ada notifikasi pesan di WA berisi gambar tali yang digunakan gantung diri,” ujar Yusuf kepada BKM.
Pesan itu diduga dikirim oleh korban kepada seseorang yang memiliki hubungan khusus dengannya.
“Apalagi gambar tali yang dikirim disertai isi pesan yang mengungkapkan korban akan melakukan gantung diri setelah orangtuanya tidak ada di rumah,” paparnya. (ady/C)

Exit mobile version