MAKASSAR, BKM–Mahalnya harga tiket pesawat dan karena faktor suhu politik yang tinggi mempengaruhi turunnya kunjungan wisatawan nusantara (wisman) ke Makassar. Hingga saat ini,jumlah kunjungan wisatawan ke Makassar belum melonjak jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Rilis dari Dinas Pariwisata Kota Makassar, jika Analis Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan di Kota Makassar sejak Januari hingga September 2019, menurun di setiap bulannya dibandingkan tahun 2018.
Jumlah wisatawan nusantara yang mengunjungi Makassar hingga September 2019 hanya mencapai 3.165.726 orang. Dibanding 2018 lalu di rentang periode yang sama, wisatawan yang berkunjung ke Makassar mencapai 3.975.057 orang.
Artinya ada penurunan sebanyak 809.331 wisatawan, atau sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari Januari hingga September, tak ada dalam sebulanpun di 2019 yang mengalami kenaikan dibanding bulan berjalan di 2018. Terparah berada di bulan Juni. Penurunan mencapai 38,42 persen.
Pada Juni 2018, wisatawan nusantara yang datang ke Makassar mencapai 492.092 orang. Sementara di Juni tahun ini hanya 303.046 saja.
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem, mengakui, adanya penurunan ini. Ia mengatakan, ada beberapa faktor penyebab wisatawan nusantara ke Makassar mengalami penurunan. Alasan utamanya adalah mahalnya harga tiket pesawat.
Selain karena harga tiket pesawat, diterapkannya bagasi berbayar oleh beberapa maskapai membuat faktor penurunan terjadi.
Alasan lain karena adanya kegiatan politik di Makassar, bencana alam seperti banjir, dan bertepatan Bulan Ramadan.
Roem pun menambahkan, pihaknya tak bisa berbuat banyak untuk menindaklanjuti penurunan yang terjadi. Ia hanya berharap pihak provinsi bisa segera membantu mencarikan solusi, terutama soal mahalnya harga tiket pesawat.
“Kerjasama dengan maskapai mungkin bisa, tapi urusan dengan maskapai itu urusan dengan provinsi. Pihak provinsi yang bisa memfasilitasi. Sama seperti dengan Angkasapura, provinsi yang bisa backup,” jelas Roem.
