MALILI, BKM — Pemkab Luwu Timur menyiapkan Mahalona Raya, Kecamatan Towuti sebagai Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru. Hal ini mengingat posisinya yang strategis berada di segi tiga emas dan dilalui warga di wilayah Sultra dan Sulteng.
“Kalau pusat perbelanjaan kita bangun diwilayah ini. Masyarakat dari Sultra dan Sulteng akan belanja di sini. Kedepan akan seperti wilayah Tomoni,” ujar Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler pada peringatan empat tahun Mahalona Raya, di Desa Buangin, Sabtu (16/11).
Menurut Husler, Mahalona Raya masuk dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) sehingga tentu akan mendapat kucuran dana untuk pembangunan infrastruktur dari Pemerintah pusat.
“Selain itu, dukungan Pemprov Sulsel senilai Rp 83 miliar akan diberikan sekitar Rp 6 miliar untuk lanjutkan pembangunan poros Pekaloa-Mahalona. Sisanya pembangunan poros Mahalona-Bantilang sejauh 47 km, termasuk pula jaringan listriknya yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat,” tambahnya.
Terkait pembangunan jembatan di SP4 yang kondisinya sudah tidak layak, Bupati menegaskan segera akan dibangun tahun ini agar aktivitas masyarakat kembali lancar.
“Meski tidak masuk dalam program APBD, tapi secara pribadi akan saya bangun jembatan itu untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan bantuan tiga unit combine program PKPM PT. Vale Indonesia yang diserahkan langsung kepada Bumdes. Selain bantuan PKPM, Bupati juga menambahkan satu unit combine Satu dari Pemkab Luwu Timur. (rls)