Site icon Berita Kota Makassar

54 Tenaga Perencana Dilatih Strategi Pengarusutamaan Gender

GOWA, BKM — Sebanyak 54 orang tenaga perencana instansi lingkup Pemkab Gowa yang didominasi para kepala sub bagian perencana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti bimbingan teknis Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).
Pelatihan selama tiga hari itu berlangsung di Hotel Grand Imawan Makassar, Selasa pagi (26/11). Bupati Gowa diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Muh Rusdi, membuka pelatihan ini. Dua narasumber dihadirkan, masing-masing Andi Yudha Yunus, fasilitator PPRG Provinsi Sulsel dan Pebriani M dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulsel.
Kadis PPPA Gowa, Khawaidah Alham, dalam kesempatan itu mengatakan, Bimtek sekaligus pelatihan penyusunan perencanaan PPRG ini bertujuan menyamakan persepsi dan menyatukan pemahaman terhadap sistem penganggaran berkaitan kegiatan dan program responsif gender.
”Jadi sasaran kita, fasilitator dapat memahami isu gender dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan yang komprehensif selaku perencana dalam menyusun PPRG tersebut,” kata Kadis.
Sementara itu, Asisten 1 Pemkab Gowa, Muh Rusdi, saat membuka Bimtek dan pelatihan ini mengatakan, PPRG merupakan salah satu mekanisme yang dibangun untuk mempercepat pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender dalam pembangunan.
”PPRG juga meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam pelaksanaan perencanaan dan penganggaran responsif gender serta memastikan mutu atas penyelenggaraan PPRG di daerah,” kata Rusdi.
Isu gender, tambah Rusdi, sangat berkaitan dengan masalah ketidakadilan yang menimpa baik lakilaki maupun perempuan. Adapun unsur penting yang menyebabkan timbulnya isu gender adalah hubungan gender yang timpang dan konsekuensinya terhadap seseorang dalam memperoleh akses manfaat dan keikutsertaan dalam memutuskan serta penguasaan terhadap sumber-sumber yang ada.
Sehingga dapat menyelesaikan persoalan-persoalan gender ‘three and plus’ yang menjadi target Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menerapkan strategi pengarusutamaan gender di daerah.
”Kegiatan ini awal dari rangkaian kegiatan upaya penyediaan data terpilah untuk meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE). Karena itu, seluruh peserta diharap mampu mentransformasikan pengarusutamaan gender ke dalam kegiatan di kecamatan masing-masing sehingga tersedia data yang akurat dan terpilah,” jelas Rusdi. (sar/mir)

Exit mobile version