MAKASSAR, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel harus kerja ekstra tahun depan untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berdasarkan draft usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, target PAD yang diberikan untuk Bapenda naik sekitar Rp500 miliar dibanding tahun 2019.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pelaporan Bapenda, Reza Faisal Saleh mengemukakan tahun depan PAD diprediksi sebesar Rp10,46 miliar. Angka tersebut naik 5,4 persen dibanding tahun 2019 ini. Berdasarkan APBD Perubahan target PAD sebesat Rp9,92 triliun.
Secara spesifik, kata Reza, hingga Oktober 2019, realisasi PAD mencapai Rp8,08 persen atau sekitar 81,53 persen.
Di sisa waktu sebulan lebih ini, sebelum memasuki tahun 2020, pihaknya optimistis target PAD yang ditetapkan bisa terealisasi secara keseluruhan.
“Pertumbuhan sampai oktober dari target Rp9,9 triliun sudah terealisiaisi Rp8,08 triliun atau 81,5 persen. Dibandingkan tahun lalu hanya terealiasi 79 persen, atau naik 6 persen sekitar Rp460 miliar,” kata Reza di Kantor Bapenda Sulsel, Rabu (27/11).
Berbagai upaya dilakukan Bapenda, mulai dari razia kendaraan hingga mengintensifkan beberapa sumber pendapatanyang belum maksimal.
Khusus PAD yang dikelola langsung oleh Bapenda, terbagi menjadi empat bagian. Mulai dari pajak daerah yang didalamnya ada PKB, BBNKB, PBBKB, Pajak Air
Permukaan hingga Pajak Rokok realisasinya Rp3,4 triliun (target Rp4,16 triliun).
Selanjutnya retribusi daerah terealisasi Rp30 miliar (target Rp43 miliar), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp111,35 miliar (target Rp111,63 miliar) dan lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp206 miliar (target Rp300 miliar).
Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi dan Sistem Informasi Bapenda Sulsel Adhita Sandhya Dharma menjelaskan, untuk memenuhi target PAD yang ditetapkan, pihaknya senantiasa membuat inovasi atau program, khususnya terkait kemudahan bagi para pemilik kendaraan dalam membayar pajak.
Seperti diketahui, saat ini, pajak daerah dari kendaraan bermotor masih mendominasi PAD.
“Dalam setahun minimal ada dua inovasi yang dilakukan,” jelas lelaki yang akrab disapa Didiet itu.
Tahun depan, dengan target lebih tinggi lagi, pasti akan ada inovasi baru yang disiapkan. Khususnya dalam mekanisme pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Seperti diketahui, saat ini, sudah banyak layanan kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang ditawarkan Bapenda. Diantaranya drive thru, jemput bola atau layanan langsung ke rumah, kerja sama dengan Indomaret untuk pembayaran pajak. Khusus untuk ASN, Bapenda menawarkan pembayaran pajak kendaraan bermotor sistem cicil bekerja sama dengan Bank Sulsel.
“Jadi ASN yang ingin bayar pajak kendaraan tidak perlu siapkan uang kontan. Bisa dicicil. Nanti gajinya dipotong setiap bulan,” tandas Didiet. (rhm)
Tahun Depan, Target PAD Dinaikkan Rp500 M
