Site icon Berita Kota Makassar

PLN Tata Ulang Kawasan Kuliner PTB

MAROS, BKM — Perusahaan Listrik Negara (PLN) menata ulang kawasan kuliner pantai tak berombak (PTB) Maros. Hal ini dilakukan PLN sebagai upaya pengembangan kawasan smart kuliner PTB Maros yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.
Pengembangan ini berupa program kerjasama Pemkab Maros dengan PLN dengan CSR tahun 2019 yang digelontorkan PLN. Penataan ulang berupa pengadaan lampu yang menghiasi kawasan PTB Jalan Gladiol sepanjang 200 meter. Keberadaan lampu hias ini menjadi hal baru bagi pengunjung PTB Maros.
Pimpinan Cabang PLN Maros, Ahmad Amirul Syarif, usai bertemu Bupati Maros, HM Hatta Rahman, kemarin, mengatakan, beberapa program CSR PLN menyasar pedagang maupun pengunjung PTB.
”CSR kompor induksi atau kompor listrik untuk 60 PKL di PTB, ada juga stasiun penyedia listrik umum yang bisa digunakan oleh pedagang maupun pengunjung. Caranya cukup mengisi token dan bisa langsung digunakan misalnya untuk charger ponsel atau laptop,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Ahmad, juga menyediakan internet bagi pengunjung yang bernama comnetz atau community of netizen yang merupakan anak perusahaan dari PLN. Rencananya, smart kuliner ini akan diluncurkan pekan kedua Desember.
”Kenapa PTB dipilih di Sulsel. Karena PTB ini berada di pinggir jalan protokol. Pengunjung dari daerah lain yang malas ke Makassar dipastikan singgah ke PTB,” jelasnya.
Tidak hanya menata, ke depan PLN akan mengembangkan sistem pembayaran non tunai di kawasan PTB dengan menggandeng Bank BRI dan aplikasi Link Aja. 
Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman, mengatakan, penataan PTB dengan menghadirkan lampu hias meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan PTB. Sehingga uang yang beredar di PTB khususnya diakhir pekan cukup besar.
Terkait pengembangan sistem pembayaran di kawasan PTB dengan sistem non tunai Hatta menilai perkembangan teknologi saat ini mengarah ke sistem transaksi non tunai.

“Tentu ini tidak bisa langsung tapi butuh edukasi dan sosialisasi terutama bagi pedagang. Target kita kedepan memang pengusaha harus menyesuaikan dengan sistem transaksi non tunai. Masyarakat juga sudah mengarah ke sistem ini terbukti sudah banyak yang pakai aplikasi ojek online dengan pembayaran non tunai. Nantinya, transaksi pembayaran sudah dengan cashless atau tanpa cash lagi,” ujar Hatta. (ari/mir/c)

Exit mobile version