Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Buat Toilet Bintang Lima

MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel berencana membangun toilet bintang lima tahun depan di tiga lokasi. Masing-masing di Tana Toraja, Bulukumba, dan Enrekang.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemprov menyiapkan anggaran Rp3 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Prof Rudi Djamaluddin, menjelaskan, nantinya toilet itu tidak seperti toilet pada umumnya. Tetapi memiliki spesifikasi yang lengkap, mulai dari cermin, westafel, AC, shower, hand dryer, bahkan gantungan handuk.
“Kan standar internasional. Pak Gubernur maunya seperti daerah wisata di luar negeri. Satu toilet akan terdiri dari beberapa kamar kloset duduk dan berdiri. Lengkap semua. Nanti akan dibangun di lokasi wisata. Misalkan di Toraja ada negeri di atas awan yang paling ramai dikunjungi, atau di Bulukumba, ada pantai Bira,” kata Prof Rudy.
Nantinya, di sekeliling toilet juga akan dibuat taman untuk mempercantik. Begitupun dengan pedagang kaki lima, akan dibuatkan space di area tersebut untuk berjualan.
Kata Rudi, keberadaan toilet ini penting untuk menunjang kebutuhan umum wisatawan, khususnya turis asing. Minat mereka untuk berkunjung ke lokasi wisata kadang menurun karena masalah toilet. “Selama ini mereka (wisatawan) mengeluhkan soal toilet di lokasi wisata, jadi pak gub minta dibangunkan. Insyah Allah tahun depan sudah dimulai,” tambahnya.
Nantinya, kata Rudi, tolet bintang lima ini akan dibangun di semua daerah. Namun, karena keterbatasan anggaran, uji coba dilakukan di tiga daerah dulu. “Baru tiga yang kita anggarkan tahun depan. Rp1 miliar, satu daerah,” bebernya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, memilih meredesign dua program prioritasnya karena masalah lahan. Rest area dan pedestrian tahun ini gagal dikerjakan. Ia ingin fokus ke pembangunan toilet. Katanya, sama-sama kebutuhan.
“Kita mau redesign. Dialihkan ke program lain yang lebih dibutuhkan masyarakat. Toilet lebih dibutuhkan,” kata Nurdin beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan tak ada yang mudah dengan masalah lahan. Rencana hibah lahan oleh Pemkab untuk rest area juga tak kunjung dilakukan. Makanya, Pemprov lebih baik membangun toilet.
Sebelumnya, rest area rencana dibangun di Kabupaten Barru dan Jeneponto. Karena persoalan lahan, anggaran Rp85 miliar terpaksa dikembalikan. Padahal lelang perencanaannya sudah rampung. Begitupun dengan rencana pembangunan RS regional di Bone dan Palopo.
Nurdin bilang toilet bintang lima juga masuk dalam program prioritasnya. Nantinya akan dibangun di setiap lokasi wisata. Ia ingin Sulsel bisa seperti negara maju lainnya. “Kita ingin (tempat) wisata seperti di negara maju. Toiletnya bersih dan nyaman. Tidak jorok,” bebernya. (rhm)

Exit mobile version