Site icon Berita Kota Makassar

Hasil Operasi dan Pengawasan Produk Ilegal Ditutupi

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti keterbukaan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Makassar untuk publik. Di mana hasil operasi atau razia produk-produk ilegal dan disita Balai POM di Makassar harus disampaikan ke publik.
Anggota Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, mengatakan, semua produk-produk yang disita karena diduga adalah barang ilegal harus disampaikan ke masyarakat agar dapat dilakukan pencegahan. Itu menyangkut keselamatan masyarakat.
“Kami wakil rakyat mengimbau kepada Balai POM atau Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, apa yang dilakukan mau sidak ataupun pemeriksaan hasilnya itu harus disampaikan kepada masyarakat. Sehingga bisa dilakukan pencegahan. Produk apa saja yang berbahaya karena informasinya itu menyangkut kesehatan serta keselamatan masyarakat,” tegas Hasanuddin Leo, Senin (02/12).
Bagi Hasanuddin Leo, sangat percuma melakukan giat berupa razia atau pengawasan jika hasilnya bukan tuk masyarakat. Dirahasiakan dan demi kepentingan pihak tertentu.
“Tidak usah membuat kegiatan kalau itu hanya demi kepentingan tertentu saja. Anda (Balai POM) turun melakukan razia atau pengawasan itu untuk kepentingan masyatakat dan sudah bagian tupoksi. Tidak perlu ada rahasia-rahasia,” tambahnya.
Dengan sikap pelayanan publik Balai POM di Makassar yang terkesan ditutup-tutupi, Hasanuddin pun tentu mencurigai adanya hal aneh. Jangan sampai ada main-main dalam giat-giat pengawasan.
“Anda turun melalukan pengawasan untuk masyarakat dan kenapa mesti ditutup-tutupi untuk masyarakat. Itu pasti menimbulkan kecurigaan dan pasti ada apa-apanya dong?” Keluhnya.
Sebelumnya dari Balai POM Makassar Bidang Informasi, Erni kepada BKM, terkesan menutup-tutupi hasil operasi razia produk yang disita Balai POM Makassar sepanjang tahun 2019 ini.
“Kalau mau data, harus menyurat lebih dulu. Nanti kami jawab apakah bisa data itu diberikan atau tidak. Kalau sudah menyurat belum tentu juga diberikan data-data. Atau nanti saja di Desember kami sampaikan dengan undang semua media karena ada nantinya pemusnahan barang. Di situ saja dirilis semuanya,” singkatnya.(arf)

Exit mobile version