MAKASSAR, BKM — Tim Penggerak PKK Sulsel selama ini fokus dalam kerja-kerja sosial untuk menyejahterakan keluarga.
Ketua TP PKK Sulsel, Liestyati R Nurdin, menjelaskan, yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah bagaimana mengentaskan stunting dan gizi buruk di seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
Pemprov Sulsel sendiri menggelontorkan anggaran masing-masing sebesar Rp100 juta untuk kabupaten/kota melaksanakan program pengentasan stunting.
Selain itu, kata Lies, PKK bekerja sama dengan BUMN, menghadirkan sejumlah fasilitas bagi anak-anak seperti taman bermain dan perpustakaan lorong.
Yang terbaru, PKK berencana akan mengelola informasi keluarga secara terpadu dengan sistem digital. Sistem informasi yang akan dihadirkan tersebut mengacu pada sistem yang sudah dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Lies, mengaku, butuh anggaran sebesar Rp1,5 miliar.
“Jadi nanti kalau ada yang butuh data, termasuk OPD, terkait jumlah orang miskin, ibu hamil, lansia, orang sakit, anak balita, penderita stunting, dan lainnya, bisa dilayani,” ungkap Lies
pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP-PKK Kabupaten/Kota se-Sulsel, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, Senin (2/12) .
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah memuji berbagai program capaian TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dalam satu tahun bekerja.
“Ada banyak program kegiatan yang dilaksanakan dalam setahun, bisa kita lihat dan rasakan hasilnya, PKK Sulsel sangat cepat tanggap dengan turun langsung ke masyarakat berdiskusi dan berusaha mencari solusi,” sebut Gubernur Nurdin.
Nurdin melanjutkan, ada banyak program prioritas Pemprov Sulsel yang mampu dikolaborasikan bersama TP PKK Sulsel, misalnya dalam hal penanganan stunting.
“Kolaborasi PKK Sulsel dengan Pemprov dalam mendukung program prioritas sangat luar biasa, khususnya dalam hal pencegahn stunting di Sulsel” sebut Nurdin Abdullah.
Nurdin melanjutkan, mengenai persoalan stunting di Sulsel berkaitan dengan kondisi kesejahteraan masyarakat secara umum. Namun, Nurdin melihat ada upaya dan kerja luar biasa dari TP PKK Provinsi Sulsel untuk membantu menurunkan tingginya angka stunting di Sulsel.
“Persoalan stunting ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan peroslan kemiskinan, mengentaskan kemiskinan bukan kerjaan ringan, tetapi saya melihat PKK Sulsel sangat luar biasa mem-backup dan mensupport program pemerinta,” sebut Nurdin Abdullah. (rhm)
PKK Minta Rp1,5 M ke Pemprov
