MAMUJU, BKM — Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulbar, Kartini Hanafi Idris, melakukan penyerahan warga transmigrasi penduduk setempat (TPS) dari daerah asal tujuh provinsi ke unit pemukiman Transmigrasi Desa Saluandeang , Selasa (3/12).
Warga transmigran tersebut sebanyak 226 jiwa. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Bandar Lampung.Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, menyampaikan, bantuan kepada masyarakat warga transmigrasi akan mengalir terus menerus.
Apalagi, hal tersebut menjadi perhatian dari kementerian transmigrasi. Begitu pun pemerintah daerah terkait. Hal tersebut juga merupakan komitmen bagi Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) untuk terus berkontribusi konkret terhadap transmigrasi penduduk setempat.
”Yang baru akan kita bangun adalah jalan listrik yang akan dipercepat. Begitu pun telekomunikasinya. Sehingga mereka tidak merasa asing dari kota yang ditinggalkannya,” kata Muhammad Idris.
Masih kata Idris, penempatan warga transmigrasi di TP Saluandeang berjumlah 115 kepala keluarga (KK) hingga menjadi TPS yang menjadi model percontohan bagi daerah lainnya.
“Program pemerintah daerah tidak hanya memindahkan warga masyarakat transmigrasi ke tempat baru. Tetapi pemerintah juga harus bisa menjamin adanya produktivitas yang baru muncul. Pemprov Sulbar juga akan menurunkan Kementerian Agama Sulawesi Barat untuk melakukan pendampingan membangun mental karakter bagi warga baru. Sehingga mereka tidak merasa asing di daerah tersebut dan diharapkan mereka bisa lebih cepat berinteraksi dengan alamnya serta dengan warga Desa Saluandeang di Kabupaten Mamuju Tengah,” sambung mantan deputi Diklat LAN RI tersebut.
Lebih lanjut disampaikan, suasana alam Desa Saluandeang sangat mendukung dan menjanjikan bagi warga transmigrasi.
Untuk itu, pentingnya perubahan pola pikir atau mainset bagi para warga transmigrasi yang menjadi salah satu tujuan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten setempat. Sehingga terwujud peningkatan SDM yang diharapkan bersama.
”Bagaimana kiranya warga dari NTT dan provinsi lainnya menganggap daerah ini tempat dan rumahnya sendiri dan tidak berbeda dengan daerahnya sendiri. Harapan kita, mereka menjadi cepat produktif demi mendukung rumah tangganya dan juga menjadi masyarakat produktif,” tandas Idris.
Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, turut mengapresiasi dan menyambut warga transmigran di Mamuju Tengah. Dikatakan, ini tidak akan terbentuk tanpa adanya otonomi daerah baru yang memprogramkan warga transmigrasi setiap tahunnya di Mateng.
”Transmigran itu adalah pahlawan dan pejuang di daerah kita. Karena mereka itu dari perkotaan dan masuk ke daerah kita, ditempatkan dalam hutan dan merintis hutan dan terbentuklah sebuah daerah seperti apa yang kita lihat sekarang ini,” bebernya.
Tidak hanya itu, melalui program transmigrasi pemerintah pusat sangat merespon permintaan bantuan bagi Pemkab Mamuju Tengah dan menjadi salah satu pintu masuk pendapatan anggaran daerah yang besar bagi daerah setempat.
”Harapan saya, semua transmigran tekunilah pekerjaan transmigrasi. Karena kita bisa melihat dan membandingkan dengan daerah transmigrasi lainnya. Karena kalau desa transmigrasinya maju, terkadang mereka saling iri. Tetapi sebaliknya di Mamuju Tengah, justru saling bahu membahu,” pungkas mantan Ketua DPRD Sulbar itu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mamuju Tengah, Amin Jasa, Dharma Wanita Sulbar, Kartini Hanafi Idris, Kapolsek Tobadak serta para tamu undangan.(ala/mir/c)
226 Transmigran Ditempatkan di Saluandeang
