Site icon Berita Kota Makassar

Janda Sembunyikan Sabu di Seragam Sekolah Anaknya

MAKASSAR, BKM — Ernawati hanya bisa tertunduk saat kasusnya dirilis di Mapolrestabes Makassar, Rabu (4/12). Warga Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala ini terjerat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Kasatres Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Diari Astetika mengungkapkan, Erna yang seorang ibu rumah tangga ditangkap di rumahnya pada Selasa (3/12) sekitar pukul 15.30 Wita. Dari tangannya, Tim Macan Satres Narkoba menemukan barang bukti sabu yang disembunyikan secara terpisah.
Masing-masing satu saset besar yang disembunyikan di balik foto keluarga. Kemudian 14 saset dalam bungkusan kopi yang disembunyikan di saku baju seragam sekolah SD milik anaknya yang tergantung. Disita pula satu unit gawai, serta satu lembar seragam SD berwarna putih.
Diari menjelaskan kronologis pengungkapan kasus ini. Berawal ketika pihaknya menerima informasi terkait aktivitas Erna. Tim Macan kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya diketahui Erna yang berstatus janda kerap melakukan aktifitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Perwira dua bunga melati di pundaknya itu melanjutkan, personel Tim Macan kemudian mengintai wanita yang telah dikantongi identitasnya itu. Setelah terkuak keberadaannya, selanjutnya dilakukan penyergapan.
Ketika proses penangkapan berlangsung, Erna berusaha mengelabui petugas. Ia bersembunyi di dalam kamar mandi. Meski begitu, polisi telah melokalisir lokasi. Petugas pun berhasil membekuk Erna bersama barang buktinya, setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya. Selanjutnya Erna digiring ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa.
Kepada polisi, Erna mengungkapkan bahwa dirinya sudah dua tahun bercerai dengan suaminya. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari mendesaknya untuk menjual barang haram sabu. Bisnis ilegal ini dilakoninya dalam sebulan terakhir.
“Dari pengakuannya, kondisi yang memaksa dirinya berjualan sabu dalam satu bulan ini. Sebelumnya ia jualan gorengan. Namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ada tiga orang anaknya yang masih bersekolah,” terang Diari.
Kepada polisi yang menginterogasinya, Erna mengaku mendapatkan sabu dari seorang bandar di Kampung Sapiria. Lokasi ini memang dikenal sebagai kampung narkoba.
”Berdasarkan pengakuan tersangka, selanjutnya dilakukan pengembangan untuk mengejar bandarnya,” ujar mantan Wakapolres Wajo ini. (ish/rus)

Exit mobile version